KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 110 orang pralansia dan lansia berkumpul bersama di aula Universitas Islam Bandung (Unisba) mengikuti pelatihan Akademi Digital Lansia (ADL) Tular Nalar Mafindo. Acara yang digagas tim pengajar mata kuliah media literasi Fikom Unisba yang berjumlah 12 orang ini dibuka oleh Dekan Fikom Unisba Prof. Dr. Atie Rachmiatie.
Dalam sambutannya dekan menyampaikan bahwa saat ini para lansia harus melek digital karena banyak lansia yang menggunakan smartphone. Tetapi belum sepenuhnya memahami apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berinteraksi dengan smartphone tersebut. Atie juga mengatakan bahwa pentingnya pelatihan literasi digital adalah untuk menghindari para lansia dari berbagai kejahatan yang muncul di dunia digital.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini melibatkan para lansia kelompok pengajian di sekitaran Kecamatan Bandung Wetan yang berlokasi di sekitar Kampus Unisba. Sebagian besar peserta adalah ibu-ibu pengajian di Masjid Al Asy’ari Unisba.
Peserta Dibagi Menjadi Kelompok Kecil
Sepanjang pelatihan, ibu-ibu dibagi ke dalam sepuluh kelompok kecil dan ditemani seorang fasilitator yang merupakan dosen Media Literasi dibantu oleh beberapa asisten lab simulasi Fikom Unisba. Materi yang dipilih pada pelatihan ini adalah tentang aplikasi percakapan karena saat ini aplikasi ini sering menjadi “pintu masuk” kejahatan-kejahatan di dunia digital, termasuk menjadi media penyebar hoax.
Muthia Umar.,M.Si yang menjadi penanggung jawab acara menyampaikan bahwa diharapkan melalui materi ini para lansia bisa mengerti bagaimana proses pengaplikasian sederhana dari beragam fitur aplikasi percakapan dan bagaimana pentingnya menjaga etika selama menggunakannya.
Sementara Dr. Rita Gani yang merupakan koordinator nasional ADL Tular Nalar Mafindo mengatakan bahwa ada empat materi dalam ADL, yakni aplikasi percakapan, akses aman, youtube dan media sosial serta ekonomi digital. Keempat materi ini merupakan bagian-bagian penting yang sejatinya harus diketahui para lansia dalam interaksinya di ruang digital.
Sebagai salah satu inisiator kegiatan literasi digital, tahun 2022-2023 Tular Nalar mempunyai dua program unggulan, yakni Akademi Digital Lansia yang membidik sasaran para lansia dan Sekolah Kebangsaan yang sasaran pesertanya para pemuda yang menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang. Kegiatan pelatihan yang juga didukung oleh Google.org ini diadakan di 37 provinsi di tanah air, baik oleh organisasi Mafindo maupun mitra lainnya, seperti JRKI, komunitas digital, dan kalangan kampus seperti Fikom Unisba.
Proses kegiatan ini berlangsung seru dan penuh semangat karena disampaikan dengan cara micro teaching atau kelompok kecil. Sekelompok peserta yang dibimbing oleh seorang fasilitator dengan aktifnya bercerita dan berdiskusi tentang berbagai kasus yang berhubungan dengan aplikasi percakapan, baik yang berkaitan tentang bentuk dan cara menggunakannya, manfaat aplikasi percakapan bagi kehidupan dan juga tentang berbagai kasus yang terjadi melalui aplikasi percakapan. Pada sesi ini, umumnya pralansia dan lansia memiliki cerita-cerita seru yang berkaitan dengan pengalaman menggunakan aplikasi percakapan seperti WhatsApp, ini menyebabkan diskusi menjadi hangat.
Cara Mengecek Fakta
Selain itu, peserta juga diajak mengenal bagaimana mengecek berbagai fakta yang ada melalui chatbot Kalimasada Mafindo yang mudah digunakan. Banyak lansia yang baru mengetahui tentang cara mengecek fakta ini dan mencoba mempraktikkan menggunakan beberapa kata kunci atas berita hoax yang telah terjadi.
Dari 110 peserta, terdapat beberapa orang yang tidak menggunakan smartphone tetapi mereka tetap terlibat aktif karena materi yang dibahas dekat dengan keseharian mereka.
Diskusi dan aktivitas penyampaian pendapat berlangsung seru sepanjang 180 menit acara. Tak jarang fasilitator harus mengingatkan waktu yang sudah selesai dan bersiap pada segmen berikutnya. Antusias para peserta pelatihan Akademi Digital lansia ini disampaikan dalam beragam testimoni di akhir acara.
Umumnya mereka senang terlibat pelatihan ini dan berharap agar Fikom Unisba bisa mengadakan kegiatan ini secara rutin dan melibatkan lebih banyak peserta karena ada beberapa peserta yang datang tidak bisa masuk mengingat keterbatasan kuota pelatihan. Eti dari Majelis Taklim RW 16 mengatakan bahwa melalui pelatihan ini ia jadi tahu tentang chatbot Kalimasada dan juga tahu cara memfilter agar agar foto/ video atau dokumen yang dikirim melalui aplikasi percakapan tidak terunduh semuanya.
Lansia dan pralansia yang bersemangat hingga akhir acara juga mengucapkan terima kasih pada para fasilitator yang bisa menyampaikan materi secara baik dan mudah dimengerti. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, para lansia dan pra lansia menjadi melek digital.(ask/bp)






