Kolom Sosial Politik
Oleh: Ridhazia
PENOLAKAN partai politik dan organisasi masyarakat (ormas) hingga gubernur lantang menyuarakan penolakan Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia, sebutlah penolakan oleh Gubernur dari PDIP, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga Persaudaraan Alumni 212 hanyalah GIMIK POLITIK.
Gimik (gimmick) merujuk kepada rekayasa. Dibuat dan direncanakan sebagai adegan untuk mengelabui, memberikan kejutan, menciptakan suatu suasana, atau meyakinkan orang lain. Sebuah strategi mencapai tujuan dengan cara tak biasa agar cepat dikenal dan diminati.
Dalam dunia politik gimik (gimmick) tak lain hanyalah strategi tipu muslihat mengelabui lawan politik. Suatu trik yang dibuat untuk menarik perhatian publik karena memiliki dampak yang baik dan melekat kuat di ingatan banyak publik yang pada gilirannya mendongkrak popularitas dan elektabilitas politik.*
*Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





