Opini

Siger, Simbol Kearifan

200views

Kolom Sosial Politik
Oleh Ridhazia

DALAM Kamus Basa Sunda *RA Danadibrata (* 1905) _siger_ — terkadang juga dieja sebagai _stigeur_ — sebagai kependekan dari sineger — yaitu sangkar kepala yang disebut *mahkota* .

_Siger_ dalam kebudayaan Sunda sebagai simbol bagi seseorang untuk terbiasa meletakkan kearifan, kehormatan, dan sikap berlebihan ( _kaleuleuwihi_ ).

Dalam hal ini _siger_ secara filosofis mengisyaratkan pentingnya manusia menjaga keseimbangan dan kewarasan dalam memosisikan sikap diri. Tidak berat sebelah. Apalagi *ekstrim* . Terutama ketika dihadapkan pada pertarungan gagasan dan kepentingan.

Itu sebabnya _siger_ itu dimaknai bersikap dan berpikir moderat. Disebut moderat ( _tawassuthi/ wasathi_ ) bukanlah sikap netral. Tetapi kesanggupan memposisikan diri melihat sesuatu dengan logis tapi seimbang.

Kebajikan etis dari seseorang *moderat* yakni bersikap terbuka untuk menerima perbedaan. Bahkan harus rela menerima kenyataan seburuk apapun. Tetapi tidak berlebihan ketika menerima kebaikan. Sebab bersikap moderat lebih dekat dengan berpikir rasional ketimbang alasan emosional.

Atau dalam kata lain disebut *moderasi* . Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengertian kata moderasi sebatas pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Bersikap wajar, biasa-biasa saja. Tak kecuali tidak ekstrem dalam beragama.*

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Panyawangan Kabupaten Bandung.

Leave a Response