Opini

Adab Qatar

279views

Kolom Mahasiswa
0leh Mohammad Yafi Nugraha

PENYELENGGARAAN Piala Dunia di Qatar 2022 sangat menarik perhatian masyarakat internasional. Hal ini dikarenakan sikap tegas dari pemerintah serta rakyat Qatar. Mereka sepakat untuk meminta para peserta serta para supporter Piala Dunia agar menghormati budaya leluhur yang mereka junjung tinggi.

Ada tiga hal yang diminta oleh pemerintah Qatar untuk diperhatikan oleh semua pihak dalam penyelenggaraan Piala Dunia.

Pertama, diimbau para peserta serta supporter tidak membawa atribut yang berbau LGBTQ. Hal itu bertolak belakang dengan budaya Qatar
Masyatakat Qatar memandang LGBTQ sebagai sebuah perbuatan yang tidak bermoral.

Kedua, para peserta maupun supporter diimbau tidak meminum minuman keras. Hal ini sangat bertentangan dengan agama Isl yang dianut oleh masyarakat Qatar.

Ketiga, agar para peserta serta supporter memakai pakaian yang sopan untuk menutup aurat, mulai dari menutup bahu hingga lutut.

Hal-hal tersebut sangat jelas perlu kita apresiasi dan hormati. Terlihat bahwasannya tuan rumah ingin menjaga budaya serta nilai-nilai luhur yang mereka miliki dikarenakan Qatar tidak ingin dengan adanya Piala Dunia yang berlangsung, ahklak dan moralitas masyarakat bangsanya akan menjadi rusak di event empat tahunan tersebut.

Maka dari itu, kepada para pesrta maupun supporter Piala Dunia Qatar 2022 serta kepada seluruh masyarakat dunia, para petinggi negara ini dengan tegas meminta agar bisa menghormati budaya serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari masyarakat Qatar.

Tujuannya sendiri cukup jelas agar rakyat Qatar tetap bisa menjaga diri dan kepribadiannya sampai setelah pesta akbar bola sejagat empat tahunan tersebut selesai.*

Mohammad Yafi Nugraha, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan, peminat olahraga, tinggal di Bandung.

Leave a Response