Opini

“Andaikan Kau Datang Kembali”

"Andaikan Kau Datang Kembali"

112views

Oleh Farhan Helmy ( President Dilans Indonesia)

CATATAN— yang tersisa lainnya dari #tour4DILANS, adik-adik dan sahabat saya para @relawanmahasiswa4dilans yang luar biasa, difabel netra dengan keterbatasannya begitu semangat menelusuri artifaks sejarah di Kota Tua dan Museum Fatahilah Jakarta.

Kayaknya lagu “Andaikan Kau Datang Kembali”, karangan Koes Plus yang dimainkan secara instrumental dengan gitar @tohpati, layak mengiringinya sebagai renungan untuk kita semua dalam memaknai hidup, berjuang untuk kebaikan dan tak pernah putus asa menjalaninya.

“Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau kutinggalkan

Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu kepadaku
Engkau ‘kan menunggu

Andaikan kau datang kemari
Jawaban apa yang ‘kan kuberi?
Adakah jalan yang kautemui
Untuk kita kembali lagi?

Seusai mengikuti acara peluncuran buku “Anak Bertanya, Pakar Menjawab” versi Braille, Selasa, 19 Desember 2023, saya mengajak kawan-kawan relawan difabel netra @mahasiswa4dilans berkunjung ke Kota Tua dan Museum Fatahilah Jakarta.

Barangkali ini kali pertama mereka merasakan apa yang mereka dengar tentang jejak sejarah, lingkungannya saat ini, dan berbagai artifaks lainnya yang belum sepenuhnya bisa mereka rasakan.

Terimakasih teman-teman relawan DILANS Indonesia yang sudah ikut dalam tour kali ini: @bonsai.adventure @ariyantisandra @idamoms @ramdan.alamsyah_26 @iswan_abdul @sela_putri_29 @berlin_zi02 @fajroel_rahman @geulangopik @chef_ucu @tasyha12_ dan teman-teman lainnya.

Melihat kegembiraan dari kalian membuat saya makin semangat untuk memperjuangkan kehidupan inklusif yang sebenar-benarnya.**

Leave a Response