Opini

Begini Kalau Berteman BUKU

168views

Kolom Sosial Politik

Oleh: Ridhazia

SALAH satu toko buku terkemuka Toko Buku Gunung Agung diberitakan gulung tikar. Bisnis yang digagas sejak 1953 oleh Masagung (1927-1990) dari sebuah kios sederhana di Kwitang, Jakarta Pusat akan tutup untuk selama-lamanya.

Nasib serupa sebelumnya pernah menimpa toko buku terkemuka di Amerika Serikat, Borders Book. Toko yang mempelopori bisnis megastore di sejumlah ibukota negara di dunia, juga dilaporkan bangkrut. Tentu saja banyak toko buku lainnya yang mengalami hal serupa.

Untung ada E-book

Kebangkrutan industri buku, sebagaimana juga dialami koran, merupakan mata rantai perubahan baru. Era kertas yang menandai evolusi penyebaran ilmu pengetahuan sebelum Masehi berangsur surut akan digantikan era digitalisasi.

Dalam era baru inilah buku konvensional harus tersingkir e-book yaitu suatu buku yang bentuknya digital yang hanya bisa dibuka dan dibaca melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, dan smartphone.

Ada apa dengan buku?

Buku adalah cara unik manusia untuk memandang dunia. Buku sering dilukiskan bisa mengubah cakrawala, menjelajahi semua bagian kehidupan, hingga mengubah kehidupan, dan memungkinkan manusia tumbuh untuk secara berbeda. Bahkan, seorang bijak melukiskan sebagai ruang untuk bernafas. Kata novelis Heinrich Mann (1827-1950) rumah tanpa buku, ibarat kamar tanpa jendela.

Sebegitu emosional kehadiran buku dalam kehidupan manusia. Wakil Presiden Moh. Hatta (1902-1980) saja pernah mengatakan “Aku rela dipenjara asal bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”

Hal yang sejalan dengan pernyataan Oprah Winfrey. Selebriti populer asal Amerika Serikat itu juga pernah mengatakan kalau buku adalah akses menuju kebebasan pribadi.

Lebih jauh lagi, buku diyakini yang mengubah hidupnya. Buku adalah teman yang paling tenang dan setia, bahkan ketika dalam kesendirian dan ketika tidak ada orang lain yang mau menemani.*

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response