
Oleh Farhan Helmi ( Presiden Dilans Indonesia)
PEKAN– ini Kota Bandung dilanda musibah banjir dasyat, termasuk Kecamatan Sumur Bandung, kawasan dimana DILANS Indonesia berkolaborasi dengan berbagai mitra ingin menjadikan areal suatu contoh bagaimana kehidupan inklusif yang sebenar-benarnya diterapkan. Hak-hak penyandang disabilitas dan lansia (#DILANS) dipercepat untuk dipenuhi.
Banyak yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan di kawasan ini. Analisis dan kesenjangan data sedang dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak: Ditjen Pembangunan Daerah, Kemendagri, Pemkot Bandung, Ford Foundation Indonesia, BBC76 Community arts and science for everyone, Prodi Geodesi dan Geomatika ITB, SRI Institute, dan lainnya.
Tentunya tidak hanya ini saja, ada berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya untuk membuat warga DILANS tetap sehat, kuat, semangat, dan berdaya menjalani kehidupan kesehariannya yang tidak gampang. Fisik yang terus melemah dan kemampuan finansial terbatas yang seringkali bergantung pada keluarga dan kerabat adalah realitasnya. Berbagai kegiatan “healing”. Beryoga bersama (#yoga4dilans), tour bersama (#tour4dilans), berbahasa isyarat (#bahasaisyarat4DILANS), berangklung bersama, dan juga berkaraoke bersama (#karaoke4DILANS) diantara yang difasilitasi oleh DILANS Indonesia.
Warga DILANS dan keluarga terdekatnya sudah ditempa dan teruji dalam menjalani kesehariannya walaupun dengan penuh keterbatasan. Tidak cukup hanya sekedar pidato atau tausyiah, apalagi dari orang yang tidak pernah mengalaminya. Dari merekalah seharusnya kita banyak berkaca, bagaimana warga difabel bisa berbuat banyak buat sesama dan lingkungannya.
Seringkali banyak perilaku langsung maupun tidak langsung berkontribusi dan berdampak pada kehidupan warga rentan ini. Tiga hari lalu, saya dan warga di empat RW di Sumur Bandung merasakan secara langsung bagaimana bencana banjir yang dipicu oleh cuaca ekstrim dalam sekejap membuat lumpuh kawasan ini. Saya yakin juga terjadi di berbagai kawasan lainnya di kawasan Bandung Raya.
Seharian kemarin saya menyusuri sebagian kawasan ini dan beraktivitas untuk persiapan penutupan kegiatan Bahasa Isyarat Batch-3, yang akan dilanjut dengan berkaraoke bersama untuk saling menyemangati agar menjalani kehidupan dengan semangat dan ikhlas.





