Opini

Opini

Duh, KESAMBET!

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia DALAM KBBI kesambet diserupakan sakit atau pingsan. Bukan sakit atau pingsan sungguhan. Tapi akibat gangguan makhluk halus. Gejala seseorang yang kesambet dicirikan suhu tubuhnya meningkat. Dan, sering mengigau. Antropolog Clifford Geertz (1926-2006) dalam 'Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi' ( 1985) mengidentifikasi makhluk halus secara harfiah hanyalah metafora visual. Serangkaian imaji seseorang. Kesambet dipercaya karena "dipegangi" setan. Untuk mengatasi kesambet lazim dilakukan ritual khusus dengan doa-doa dan menghadiahi sepiring nasi kuning, sebutir telur ayam mentah, kembang tujuh rupa, dan cerutu di tempat kejadian peristiwa. Desosiasi Kesambet...
Opini

BANGGA JADI WARTAWAN

In Memoriam H.Oce Permana Oleh AS Haris Sumadiria SEJAK awal berkiprah di dunia media, Kang Oce, begitu kami biasa memanggil H. Oce Permana, dikenal luas sebagai wartawan kelompok kerja kejaksaan, kehakiman dan kepolisian (Pokja Kejakimpol) di Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat). Posisi dan jabatan itu dipegangnya sampai akhir hayat. Ia bergabung dengan Harian Bandung Pos, salah satu surat kabar terbesar dan terkemuka di Bandung pada zamannya. Surat kabar ini berhenti terbit pada 2003. Di Redaksi Harian Bandung Pos, setahu saya, Kang Oce termasuk...
Opini

Akal Sehat BERPOLITIK

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia PEMILIHAN umum sebentar lagi. Ribuan politisi bakal terlibat kontestasi. Beberapa tokoh partai politik malah bakal dicapreskan. Dari pesta demokrasi ini, perbedaan pendapat menjadi keniscayaan. Sebagai satu model kompetisi politik itu merebut simpatik publik. Perbedaan pendapat dalam berpolitik sejatinya bukan kecerdasan menyerang lawan. Tapi merespon dengan pernyataan atau pertanyaan yang paling argumentatif sebagai kawan. Disebut argumentatif jika pernyataan bisa menjadi penjelas. Ada bukti dan referensinya. Terbuka dan terukur. Selain mudah diverifikasi dan divalidasi.Jika ada kesalahan bisa cepat dikoreksi. Jika pun itu pendapat pribadi, tetaplah memanfaatkan anugerah...
Opini

Otak Versus Digital

Kolom Mahasiswa Oleh Muhammad Dhaffa Mukarrom Ariwardhana HAL yang berat itu bukan berkompetisi dengan kecerdasan otak manusia, melainkan taktik dan skill di dunia digital. Cara instan memang lebih disukai banyak orang. Padahal, menikmati masa sulit dan belajar dari tiap masalah akan lebih meningkatkan kinerja otak. Misalnya, dalam isu tentang lulusan masa pandemi dianggap hanyalah nilai Handphone dimana perajar atau mahasiswa melakukan pembelajaran secara daring menggunakan Smarphone melalui internet. Mereka cenderung terbiasa menjadi individualisme. Sebagian besar memakai cara instan untuk mendapatkan nilai yang memuaskan tanpa belajar. Kita tidak bisa menilai perilaku...
Opini

Ratu, Erick, NYALA!

Kolom Sosial Politik Oleh Ridalhazia ERICK Thohir digadang-gadang menjadi Ketua PSSI. Tapi ada La Nyala dan Ratu menyainginya. Siapa diantara ketiganya bakal mengganti Iwan "bule" Iriawan pada pemilihan ketua umum atau wakil ketua umum PSSI 2023-2027. Erick Thohir Pengusaha yang kini menjadi menteri BUMN ini sangat akrab dengan olahraga. Ia menjadi orang Asia pertama yang pernah memiliki Tim bola basket NBA ketika ia membeli saham Philadelphia 76ers. Pada tahun 2012, ia pernah menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Bahkan, secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas...
Opini

Harian Nusantara

Kolom Sejarah Media Oleh Kin Sanubary HARIAN Nusantara mulai memperkenalkan diri kepada para pembacanya sejak 9 Desember 1957, 66 tahun silam. Adapun surat kabar Nusantara sebelumnya bernama "Nieuwsgier" surat kabar nasional berbahasa Belanda. Surat kabar, majalah dan penerbitan berbahasa Belanda tidak diperboleh-kan terbit lagi mulai t/1 Desember 1957, termasuk koran "Nieuwsgier" Edisi perdana Harian Umum "Nusantara" Nomor 1 Tahun ke-1 terbit Senin, 9 Desember 1957 dengan harga eceran hanya Rp 1 (satu rupiah). Surat kabar ini dikelola dan dipimpin oleh jurnalis senior Mr Teungku D. Hafas dan berkantor redaksi di...
Opini

Subsidi BBM

Kolom Mahasiswa Oleh Wildan Maulana BERITA semua harga BBM naik yang sebelumnya Pertalite Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter membuat semua kalangan masyarakat kecewa oleh keputusan pemerintah itu. Pemerintah mengatakan semua ini sudah dipertimbangkan matang – matang karena subsidi BBM Pertalite yang ditujukan kepada masyarakat menengah kebawah, malah dinikmati pula oleh banyak kalangan menengah ke atas. Subsidi BBM tersebut ternyata tidak tepat sasaran, sehingga salah satu cara menanggulangi masalah ini adalah dengan menaikkan harga BBM. Beberapa bulan setelah kenaikan BBM, masyarakat sudah tidak terlalu memikirkan kenaikan tersebut dan menerima apa adanya....
Opini

Menulis Untuk BEKERJA

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia TULISAN di media sosial mencerminkan karakteristik perbedaan seseorang. Apa yang diungkapkan itu lebih jujur. Meski dinyatakan secara sederhana tapi jika dieksplorasi mendalam dapat dijadikan standar mengukur kemampuan mendeskripsikan pikiran dan perasaan. Itu menjadi alasan, beberapa perusahaan di negara maju dan moderen tulisan di media sosial kerap dijadikan pertimbangan rekruitmen pegawai. Sebelum dinyatakan lulus melalui seleksi, tulisan pada media sosial tsb dilacak tim khusus untuk direkomendasikan ketika perusahaan ingin memahami keluasan ilmu pengetahuan sang bakal calon pegawai. Tulisan di media sosial diperlukan untuk dipertimbangkan tak kecuali untuk...
Opini

Mengapa ‘Orang Komunikasi’ Susah Diajak Diskusi?

Kolom Sosial Politik Oleh: Dr Emeraldy Chatra BÀGI saya ilmu komunikasi itu sebuah samudra. Bukan danau, apalagi kolam kecil. Begitu luas, dan begitu dalam. Ia sudah mendekati filsafat, walaupun masih berstatus ilmu. Mengapa demikian? Komunikasi adalah aktivitas manusia paling mendasar, paling penting. Dunia (realm) terbentuk karena komunikasi. Tanpa komunikasi kita hanya tahu apa yang bisa kita lihat, apa yang bisa kita dengar – tidak termasuk melihat media dan mendengar perkataan orang lain. Bayangkan apa yang kita lihat dan kita dengar ketika kita duduk sendiri di rimba yang tidak ada orangnya....
Opini

Motor Tua Diminati?

Kolom Mahasiswa Oleh: Rico Miraj Irawan MOTOR tua di tahun 90 ke-bawah masih banyak berkeliaran dan digunakan di zaman yang sudah modern ini. Motor tua sering bermasalah pada mesin mengingat teknologi lama yang sudah usang masih dipaksa menyala. Kendati demikian para pecinta motor tua menikmati segala problematika mesin tua yang banyak drama. Para pengguna motor tua selalu punya slogan "ada cerita di setiap kilometernya". Artinya dalam setiap perjalanannya selalu ada trouble entah itu mesin bocor oli, listrik mati, atau bahkan sampai rangka motor yang terasa seperti mau patah. Megnapa sih...
1 14 15 16 17 18 21
Page 16 of 21