Opini

Opini

Berita Yudha Pasca G-30S-PKI 1965

Kolom Sejarah Media Oleh Kin Sanubary ROMANTISME membaca koran lawas kali ini mengulas surat kabar nasional terbitan Jakarta yang cukup legendaris "Berita Yudha" edisi 30 Oktober 1965, satu bulan selepas pemberontakan G-30S-PKI, gerakan makar yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia. Harian Umum Berita Yudha terbit sejak 9 Februari 1965. Harian ini diterbitkan oleh Yayasan Yudha Press milik Yayasan Angkatan Darat. Adapun pendiri dan pemimpin redaksi surat kabar Berita Yudha yaitu Mayjen Ibnu Subroto yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, TNI AD. Harian Umum Berita Yudha menurunkan berita dan...
Opini

Berani Menentang Senior

Kolom Sosial Politik Oleh Emeraldy Chatra APA yang terjadi hari ini mengingatkan saya kepada anak tetangga di akhir tahun 90an, sebelum reformasi. Sebutlah nama anak itu Ali. Ia mahasiswa ekonomi semester akhir. Ali sangat sering bertamu ke rumah saya dan mengajak saya ngobrol sampai tengah malam. Sepertinya ia senang betul bertemu dengan orang yang mau jadi penampungan pikirannya. Sebagai dosen yang sudah berpengalaman mengajar 10 tahun saya tahu banyak dari pendapatnya yang ilusif, tidak ilmiah, bahkan ada juga yang ngawur alias tidak logis. Tapi saya hampir tidak pernah membantah. Mungkin...
Opini

Penculikan anak POSESIF

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia BERITA penculikan anak semakin marak. Tetapi heboh selama sepekan di Jabar ycang kemudian viral di media sosial ternyata tanpa didukung fakta. Polisi belum menerima laporan kejadian yang meneror itu. Diduga berita di media sosial itu disebarkan hanya untuk membuat keresahan dan rasa takut. Alias posesif. Sindrom! Berita bohong lazim diciptakan. Diskenario seakan kejadian itu yang sebenarnya. Fenomena lazim dilakukan untuk mempersepsikan kalau "dunia lebih kejam" dari apa sebenarnya terjadi. Adalah Profesor George Gerbner;(1919-2005) pada tahun 1960-an yang memperkenalkan sindrom dunia (mean world syndrome). Guru Besar...
Opini

Jadilah INKLUSIF!

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia ITU saran para psikolog. Inklusif itu menjadi pribadi yang mampu menempatkan diri ke dalam pandangan orang lain. Cerdas mencari persamaan masalah ketimbang menyoal perbedaan. Dalam studi psikologi, inklusif itu setara dengan kecerdasan emosional. Ia memosisikan diri tidak (lebih) istimewa dari orang lain. Sensor perasaannya kuat. Akal sehatnya hebat. Ia tidak suka sentimen berlebihan. Tapi juga enggan sengaja konfrontatif. Bagi seseorang yang memilih menjadi inklusif bahwa kesalahan dan kekeliruan hanyalah keniscayaan manusia. Bukan untuk dipertentangan karena bedanya. Tapi temukan persamaannya.* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan...
Opini

Mahasiswa Indonesia Terbitan Agustus 1973

Kolom Sejarah Media Oleh Kin Sanubary MAHAS8SWA Indonesia merupakan surat kabar mingguan yang cukup disegani era tahun 70-an. Surat kabar ini sangat kritis dan cukup berani mengkritisi pemerintah dalam setiap penerbitannya. Terbit dan beredar dari Bandung sejak 19 Juni 1966. Koran ini menjadi pelopor perubahan politik di tanah air. Mahasiswa Indonesia sangat keras menuntut perombakan sistem politik Orde Lama dan sangat kritis pula terhadap Orde Baru. Adapun tokoh pendiri Mingguan Mahasiswa Indonesia yaitu Riyandi S, Awan Karmawan Burhan dan Iwan Ramelan atau lebih dikenal dengan nama Rahman Tolleng. Mingguan Mahasiswa Indonesia...
Opini

Gerakan Besar dengan Motor Kecil

Kolom Sosial Politik Oleh Emeraldy Chatra TAHUN 2008 serombongan orang dari Sumbar mencari saya ke Bandung. Mereka orang-orang istimewa. Ada yang dirut perusahaan besar, akademisi yang belakangan jadi profesor dan diangkat jadi pejabat tinggi negara, dan ada pula yang beberapa waktu kemudian jadi dirut perusahaan milik negara. Saya seperti orang penting, padahal saya tak lebih dari kerak-kerak nasi saja. Saya dijamu di Hotel Preanger. Cita-cita saya menikmati sup Preanger yang enak itu kesampaian. Setelah menikmati hidangan, rombongan itu mengajak saya berdiskusi. Ternyata salah seorang dari mereka ingin jadi orang nomor...
Opini

Lamunan sang KADES

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia KEPALA desa sedang mengeluh. Kali ini meminta DPR merevisi perubahan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Khususnya, masa jabatan kepala desa. Dari yang sebelumnya 6 tahun menjadi 9 tahun. Malah belakangan tuntutan perpanjangan jabatan ditambah lagi, sedikitnya tiga kali putaran hingga menjadi kades selama 27 tahun. Sesuatu banget Keluhan para kades ini sesuatu banget. Sangat bisa dipahami. Selain pengabdian semakin panjang, juga tuntutan pertambahan waktu menjabat itu sekaligus memberi peluang mengembalikan modal biaya pemilihan kades yang terbilang sangat tinggi. Diperkirakan sekali mengikuti pemilihan bisa...
Opini

MIMPI HEBAT

Kolom Sosial Politik Oleg Emeraldy Chatra KADANG-kadang mimpi kita seperti bercerita. Ceritanya bisa indah, bisa juga seram. Sekarang saya mau cerita tentang sebuah mimpi. Mimpi yang seperti kenyataan. Jalan cerita mimpi itu utuh, tidak meloncat-loncat. Ada pula pesan mendalamnya. Saya rasanya duduk di warung di pinggir jalan raya. Di warung itu ada empat orang driver ojek online. Jaket mereka hijau. Muka mereka kurang cerah karena tidak ada order. Hujan pun lebat. Saya katakan kepada mereka, “Abang-abang ini percaya tidak pada kekuatan sedekah?” Semua diam. Mungkin dalam pikiran mereka, hidup sudah...
Opini

Terbunuhnya SANG POLITISI

Kolom Sosial Politik Oleh Ridhazia WISINTON Churchill (1884-1965) pernah menyatakan kalau dalam perang manusia terbunuh sekali. Tapi dalam politik bisa terbunuh berkali-kali. Itu pula yang menjadi alasan para psikolog menafsirkan kalau ketidakpastian dalam dunia politik menjadi jebakan yang paling mempengaruhi kesehatan mental para politisi. Pasalnya iklim politik tidak pernah bisa diprediksi. Adalah psikiater Dame Jane Roberts dalam bukunya "Losing Political Office" mengatakan gangguan mental itu berkorelasi dengan kehilangan identitas. Setidaknya kestabilan emosi tidak tegak lurus. Sebuah studi dari University Medical Center yang membongkar kembali file sejarah kesehatan 37 presiden Amerika...
Opini

Romantisme Harian BANDUNG POS

Kolom Sejarah Media Oleh Kin Sanubary ROMANTISME membaca koran lawas, kali ini mengupas surat kabar legendaris milik Urang Bandung dan korannya Warga Jawa Barat. Bandung Pos edisi 6 Desember 1989, terbitan 34 tahun silam. Bandung Pos yang mempunyai motto "Silih Asih-Silih Asuh-Silih Asah" hadir dengan penampilan baru. Sejak 4 Desember 1989 Bandung Pos hadir dengan wajah baru, menjadi surat kabar harian pertama di Indonesia yang terbit dalam bentuk tabloid. Bandung Pos gaya baru hadir dengan tampilan lay out yang indah, penuh warna dan isinya variatif. Bandung Pos hadir dengan artikel-artikel yang...
1 13 14 15 16 17 21
Page 15 of 21