Kolom Sejarah Media
Oleh Kin Sanubary
MAHAS8SWA Indonesia merupakan surat kabar mingguan yang cukup disegani era tahun 70-an. Surat kabar ini sangat kritis dan cukup berani mengkritisi pemerintah dalam setiap penerbitannya. Terbit dan beredar dari Bandung sejak 19 Juni 1966. Koran ini menjadi pelopor perubahan politik di tanah air. Mahasiswa Indonesia sangat keras menuntut perombakan sistem politik Orde Lama dan sangat kritis pula terhadap Orde Baru. Adapun tokoh pendiri Mingguan Mahasiswa Indonesia yaitu Riyandi S, Awan Karmawan Burhan dan Iwan Ramelan atau lebih dikenal dengan nama Rahman Tolleng.
Mingguan Mahasiswa Indonesia dinilai sangat kritis di awal Orde Baru, akhirnya penerbitannya dihentikan dan SIUPP-nya dibekukan setelah Peristiwa Malari 1974. Tepatnya tanggal 15 Januari 1974 Surat Izin Terbit (SIT) Mahasiswa Indonesia dicabut oleh Surat Keputusan Kopkamtib dengan alasan telah melakukan provokasi yang sangat menggangu ketertiban dan keamanan negara. Akhirnya kantor redaksi Mingguan Mahasiswa Indonesia yang berada di Jalan Tamblong Dalam, Kota Bandung pun disegel dan dilarang melakukan aktifitas apapun.
Adapun surat kabar Mingguan Mahasiswa Indonesia terbitan Agustus 1973 menurunkan topik berita tentang Peristiwa Kerusuhan 5 Agustus 1973 di Kota Bandung.
Peristiwa huru-hara 5 Agustus 1973 membuat suasana Kota Bandung sangat mencekam, berjam-jam dalam suasana yang tak berketentuan. Aparat Kepolisian, TNI, semua penjaga keamanan dan ketertiban bersiaga penuh 24 jam di berbagai sudut jalan Kota Bandung. Mobil-mobil patroli dan petugas-petugas Skogar berpatroli keliling kota. Para petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk memadamkan api yang menyala di berbagai sudut kota.
Semuanya terjadi bermula dari insiden yang terjadi di Jalan Astana Anyar Kota Bandung tatkala sebuah pedati yang dikendarai oleh Asep Tosin menyerempet mobil VW yang dikendarai oleh 3 orang pemuda keturunan Tionghoa. Salah seorang dari mereka naik pitam dan dengan marah-marah menyuruh Asep Tosin berhenti. Tetapi Asep Tosin tidak berhenti lalu dikejar dan dipukuli hingga babak belur. Asep pun dibantu dan ditolong masyarakat dan dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Tetapi berita yang tersebar di masyarakat menyebutkan Asep Tosin meninggal dunia dianiaya oleh 3 orang pemuda keturunan Tionghoa. Maka semua Warga Kota Bandung menjadi marah besar dan akhirnya terjadi tindakan anarkis, terjadi kerusuhan di berbagai pelosok Kota Bandung.
Beberapa pabrik tekstil besar ikut menjadi amukan massa, showroom mobil PT Astra dan PT Permorin yang memajang mobil-mobil baru turut menjadi amukan massa. Toko-toko milik Tionghoa hingga Pusat Perbelanjaan Sarinah di Jalan Braga juga turut dijarah oleh massa yang gelap mata. Peristiwa 5 Agustus 1973 sungguh sangat disesalkan, peristiwa ini terjadi karena adanya kesenjangan antara golongan ekonomi lemah dan ekonomi kuat dan menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan. Kekecewaan masyarakat dan emosi kemarahan dipicu oleh hal sepele yang mengakibatkan sasaran kemarahan golongan pribumi terhadap golongan non pribumi keturunan Tionghoa yang kebetulan menguasai perekonomian di Kota Bandung dan kota-kota besar di Indonesia.
Jendral Soemitro
Panglima Kopkamtib (Komando Operasional Keamanan dan Ketertiban) marah besar kepada sisa-sisa anggota dan simpatisan G30S-PKI. Hal itu dikemukakan oleh Jenderal Soemitro ketika menyerahkan berkas perkara eks Brigadir Jenderal (Pol) Soetarto kepada Mahmilub yang di era Soebandrio menjabat sebagai Ketua BPI. Soemitro berharap kepada sisa-sisa dan simpatisan G30S-PKI untuk insyaf dan menyerahkan diri.
Ratu Kampus
Wabah pemilihan ratu kecantikan masuk menjangkiti kampus-kampus universitas ternama di Pulau Jawa. Berawal di Ibukota Jakarta yang dipelopori oleh Universitas Indonesia dan diikuti oleh universitas-universitas lainnya. Untuk Kota Bandung pemilihan ratu kampus diprakarsai oleh Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuat orang terheran-heran karena selama ini ITB biasanya menyelenggarakan kegiatan kreatif dan lomba ilmiah. Dewan Mahasiswa ITB mendapatkan dukungan penuh dari Kantor Pariwisata Daerah Kota Bandung yang sangat gembira karena berhasil mengajak mahasiswa untuk turut serta menyelenggarakan kontes kecantikan dan kontes ratu-ratuan untuk menunjang sektor pariwisata. Sebelumnya Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang menjadi pelopor untuk pemilihan Miss University tersebut dan salah seorang mahasiswinya terpilih menjadi Ratu Kampus yaitu Trisna Ayu Bulan Jelantik, salah seorang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Unpad.
Penyelenggaraan Ratu Kampus yang diselenggarakan di ITB mendapatkan kecaman dan kritik pedas dari kalangan mahasiswa ITB sendiri diantaranya dari 15 orang senator MPM ITB. Mereka mengadakan sidang pleno dan memutuskan untuk melarang dan membatalkan penyelenggaraan Ratu Kampus di ITB. Ke-15 orang tokoh senat MPM ITB tersebut yaitu:
A Madya Utomo
Alexander Dario
Jinny Katuuk
Ari Darmawan
Prasetyo
Roel Hadi
Kurdinanto
Satya Graha
Pudjatmoko
Jero Wacik
Boesye HM
Handi A
Robby Rompis
Muzaffar
Ahmad Ishak
~ Sukmawati Soekarnoputri
Putri presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri dicalonkan menjadi anggota legislatif oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) setelah sebelumnya pada masa kampanye Pemilu 1971 ke-2 anak presiden Soekarno lainnya dicalonkan oleh PNI yaitu Guntur Soekarnoputra dan Rahmawati Soekarnoputri.
~ Wakil PM Malaysia Tun Dr. Ismail Wafat
Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Ismail meninggal dunia pada 2 Agustus 1973 akibat serangan jantung pada usia 58 tahun. Tun Dr Ismail selain menjabat Wakil PM Malaysia beliau juga tokoh penting ASEAN. Tun lahir di Johor Baru Malaysia Selatan, 4 November 1915 putra Bugis dan menerima gelar dokter dari Universitas Melbourne Australia, almarhum meninggalkan seorang istri, 3 orang putra dan 3 orang putri. Selama 25 tahun aktif di dunia politik Malaysia dan telah menjadi anggota partai UMNO yang berkuasa di Malaysia sejak tahun 1948.
~ Co-pilot Wanita
Perusahaan penerbangan “Eastern Airlines” Amerika Serikat telah mengangkat Nona Barbara Barrett (23) sebagai Co-pilot wanita pertama di antara 4.000 orang pilot pria yang dimiliki oleh maskapai penerbangan AS tersebut. Sebelumnya Barbara Barrett pernah menjadi pilot di maskapai penerbangan kecil di Negara Bagian Michigan Amerika Serikat dan menjadi penerbang sejak berusia muda belia, yaitu ketika Barbara Barrett berusia 18 tahun.
~ Bioskop Bandung
Adapun film-film yang diputar di bioskop Bandung yaitu :
Bioskop Nusantara Jl.Alun-alun Timur memutar film “The Fourteen” dibintanginya oleh Jack Wild dan Bioskop Majestic yang beralamat di Jalan Braga memutar sebuah film barat berjudul “Mash”
~ Adapun kolom dan rubrik tetap yang selalu hadir di Mingguan Mahasiswa Indonesia yaitu :
~ Corat-coret
~ Editorial
~ Opini Pers
~ Hati Nurani Rakyat
~ Percakapan Minggu Ini
~ Universitaria
~ Indonesiana
~ Dunia Kita
~ Kaleidoscope
~ Nik Nok (Karikatur Satire) dan menampilkan kolom yang menampilkan tulisan dan opini para tokoh pemuda seperti Wiratmo Soekito, Wildan Jatim, Mar’ie Muhammad, Sampurno, Soeharsono Sagir, Saworno Kusumaatmadja dan tokoh angkatan 66 lainnya.
Semoga dengan mengulas surat kabar legendaris Mahasiswa Indonesia bisa membuka kembali peristiwa dan catatan sejarah perjuangan bangsa.*
Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.





