Daerah

Pasar Tol Bojong Satu-Satunya di Sumedang

171views

Menggunakan badan jalan tol. Benar benar-benar di jalan tol. Berderet sepanjang hampir satu kilometer. Dipenuhi gerobak PKL. Banyak pula yang sekedar mendirikan tenda lalu gelar tikar atau meja. Baik di kiri maupun kanan jalan. Aneka jajanan, mulai cilok sampai seblak tersedia.

Sumedang, BANDUNGPOS.ID: Menggunakan badan jalan tol. Benar benar-benar di jalan tol. Berderet sepanjang hampir satu kilometer. Dipenuhi gerobak PKL. Banyak pula yang sekedar mendirikan tenda lalu gelar tikar atau meja. Baik di kiri maupun kanan jalan. Aneka jajanan, mulai cilok sampai seblak tersedia. Pakaian luar, pakaian dalam sampai pakaian renang. Sandal jepit, sepatu high heels sampai terompah. Ikan bakar, pindang, ikan asin sampai ikan segar beku. Susu murni, kopi susu, pop es sampai minuman kekinian semua ada. Dari mulai harga seribuan sampai seratus ribuan. Menjadikan pasar kaget itu satu satunya di dunia.

Namun itu dulu. Ketika pandemi covid 19 masih marak. Ketika masyarakat kabupaten Sumedang dilarang mengunjungi alun alun kota tahu. Ketika Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) belum difungsikan.

Semua harus disudahi ketika Tol Cisumdawu difungsikan mulai Cileunyi sampai Cimalaka. Tidak ada lagi yang boleh berjualan dibadan jalan tol. Meski hanya hari Minggu. Semuanya harus pindah. Untungnya akses jalan dari fly over Bojong ke Pamarisen bisa digunakan para pencari rupiah itu.

Seperti dikatakan Dewi (49) seorang pengusaha konveksi UMKM Anita Colection, warga Bojong Inong yang memiliki beberapa lapak usaha di badan jalan tol, pemerintah mengijinkan samping jalan tol yakni akses mobilitas warga Pamarisen ke Bojong (sebuah desa di Sumedang Utara) lalu ke kota Sumedang untuk tempat pindah usaha yang semula di badan jalan tol itu.

“Alhamdulillah pindah bawa berkah. Justru pendapatan kami sedikit lebih baik dibandingkan ketika harus berjualan di badan jalan tol Cisumdawu,” ujar Dewi kepada siswa Job Training Bandung Pos Biro Sumedang pada Minggu 29 Agustus. Lebih jauh Dewi mengungkapkan jika waktu berjualan di badan tol lebih singkat karena sekitar pukul 10 pagi lalu lalang kendaraan berat pengangkut material tol mulai ramai. Kalau di luar jalan tol waktu jualan bisa sampai siang dan aman dari kendaraan berat. Anita Colection sendiri menyediakan berbagai macam kebutuhan pakaian sehari-hari, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Dari mulai harga 10 ribu sampai 65 ribuan. “Kami juga menerima pesanan kaos olahraga untuk anak-anak paud sampai SMA. Kami siap memproduksi dalam jumlah banyak,” pungkasnya.**(Laila Venadhita/BP/jobtring).

Leave a Response