Opini

MIMPI HEBAT

400views

Kolom Sosial Politik
Oleg Emeraldy Chatra

KADANG-kadang mimpi kita seperti bercerita. Ceritanya bisa indah, bisa juga seram.

Sekarang saya mau cerita tentang sebuah mimpi. Mimpi yang seperti kenyataan.

Jalan cerita mimpi itu utuh, tidak meloncat-loncat. Ada pula pesan mendalamnya.

Saya rasanya duduk di warung di pinggir jalan raya. Di warung itu ada empat orang driver ojek online. Jaket mereka hijau.

Muka mereka kurang cerah karena tidak ada order. Hujan pun lebat.

Saya katakan kepada mereka, “Abang-abang ini percaya tidak pada kekuatan sedekah?”

Semua diam. Mungkin dalam pikiran mereka, hidup sudah seanjing ini mau sedekah pula…ya habislah.

“Nampaknya kurang percaya,” kata saya. “Baik, sekarang saya coba terangkan pelan-pelan kekuatan sedekah itu”.

Saya tanyakan kepada mereka, total driver ojek di kota ini ada berapa orang? Jawabnya sekitar 3.000an.

Lalu saya jelaskan:

“Kalau yang 3.000an itu berhimpun dalam sebuah komunitas yang menyelenggarakan sedekah, komunitas ini akan kuat sekali secara ekonomi.

Ini contoh kecil kekuatan yang akan dirasakan.

Abang ini (saya menunjuk driver di sebelah saya) perlu beli sepeda motor baru. Katakanlah harganya Rp 15 juta. Kalau abang beli kontan tentu sulit. Beli kredit, kreditnya besar karena perusahaan menghitung keuntungan mereka hampir 100%.

Nah, kita kan sudah punya komunitas. Gunakan itu sebagai jalan keluar.

Komunitas mengumumkan kepada anggota, Pak Naldi mau beli motor baru karena motor lama sudah tidak dapat lagi digunakan. Siapa mau bersedekah? Minimal Rp 50.000.

Ternyata yang bersedekah Rp 50.000 hanya setengah dari anggota komunitas yang ada, yaitu 750 orang. Tapi berapa uangnya?

750 x Rp 50.000 = Rp 37.500.000

Berapa unit motor baru dapat dibeli cash dengan uang sebanyak itu? Mungkin bisa dua atau tiga. Sedang abang hanya perlu satu.

Dengan uang sebanyak itu komunitas membelikan abang satu unit sepeda motor. Tunai. Abang utang ke komunitas, membayar kredit sampai lunas sesuai perjanjian dengan komunitas. Tentu tanpa bunga. Pasti lebih murah.”

Tiba-tiba ada yang membunyikan klakson di depan rumah saya. Saya terbangun. Mimpi itu tentu saja bubar. Tapi tak apa, semua drama selesai dengan indah.

Mudah-mudahan ada driver ojek yang membaca tulisan saya ini. Kalau berminat dan percaya pada kekuatan sedekah, silahkan ambil hikmah dari mimpi saya. Kalau tidak, juga tidak apa-apa.*

Dr Emeraldy Chatra, M.Ikom, pemerhati komunikasi sosial-politik, Ketua Prodi S2 Komunikasi Universitas Andalas, bermukim di Kota Padang, Sumbar.

Leave a Response