
Oleh Fauziah Fitriani
Bullying merupakan fenomena yang kerap kali terjadi di lingkungan anak-anak dan remaja. Dampak bullying bisa menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, mengalami gangguan kecemasan, hingga memicu keinginan bunuh diri.
Tindakan bullying sekecil apa pun tidak bisa dinormalisasikan, karena tindakan tersebut memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan ke depann dan berpengaruh pada kesehatan mental.
Setidaknya ada lima dampak yang dapat dirasakan pada saat seseorang dibully oleh lingkungan sekitarnya, sehingga hal ini perlu diwaspadai.
Kehilangan kepercayaan diri, salah satu efek pertama yang dirasakan pada anak-anak dan remaja jika mereka di-bully adalah hilangnya kepercayaan diri. Hilangnya kepercayaan diri ini dapat mempengaruhi aspek kehidupan lainnya.
Mengisolasi diri, seorang yang menjadi korban bullying sering merasa sangat buruk akan dirinya, sehingga mereka mencoba mengasingkan diri dari lingkungannya. Mereka mencoba untuk menghindari interaksi dengan teman sebaya, teman sekelas, atau anggota keluarga.
Pikiran untuk bunuh diri. Kondisi ini disebabkan karena korban bullying sudah tidak sanggup merasakan tekanan emosional, dan sudah merasa putus asa akibat perundungan.
Kesehatan mental yang buruk. Dampak negatif utama dari bullying adalah menurunnya kesehatan mental. Gangguan mental yang bisa ditimbulkan dari bullying adalah gangguan kecemasan (anxiety), depresi, kesulitan untuk tidur, dan bahkan perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm).
Gangguan tidur,. Dampak negatif bullying yang juga bisa terlihat jelas adalah gangguan tidur. Para korban bullying sering kali kesulitan untuk tidur yang nyenyak. Sekalipun bisa tidur, tidak jarang waktu tersebut justru dihiasi dengan mimpi buruk.
- Fauziah Fitriani, mahasiswa prodi Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat




