Kolom Mahasiswa
Oleh Mochamad Iqbal Apriansyah
PERUNGGU atau yang biasa dijuluki band rock “Pulang Ngantor” adalah salah satu band yang mengusung genre pop rock yang berasal dari Ibu Kota Jakarta yang digawangi Trio pekerja kantoran yaitu Adam Adenan sebagai bassis dan kibor, IIdo Hasman Sebagai drummer dan vocal latar, Maul Ibrahim sebagai gitaris dan vocal utama.
Perunggu kerap juga disebut band rock pulang ngantor karena alasan utamanya para personel grup musik ini mayoritas pekerja kantoran dan mereka memanfaatkan waktu luang saat selesai bekerja untuk menghilangkan penat dengan bermain band, dan kebetulan grup musik Perunggu pun tercipta saat mereka sudah bekerja.
Pada 2020 grup band ini merilis album perdana mereka yang bertajuk Memorandum.Album ini sendiri bermakna sebagai kisah atau catatan yang berkaitan dengan irisan perjalanan hidup para personel grup musik ini, dan utamanya ketika para personel menginjak fase usia paruh baya dan bebarengan dengan dinamika serta problematika kehidupan yang semakin menjadi.
Sebelas lagu yang di rilis dalam album Memorandum mempunyai makna yang berbeda-beda dan arti yang sangat dalam bagi para pendengarnya. Inilah lagu-lagu yang Perunggu sajikan : Tarung Bebas (tentang kejadian baku hantam secara harfiah), Canggih! (tentang kecintaan mereka terhadap musik), Pastikan Riuh Akhiri Malammu (tentang makna jatuh cinta seorang bapak yang baru dikaruniai anak), Membelah Belantara (tentang kritik sistem politik domestik), Haru Paling Biru (tentang kesedihan yang mendalam), Ini Abadi (tentang kisah percintaan hubungan jarak jauh), Biang Lara (tentang kejujuran atas perasaan kecewa), Per Hari Ini (tentang semangat kerja anak kantoran), Kalibata, 2012 (tentang kematian orang terdekat), Prematur (tentang makna sebuah keinginan), dan 33x (tentang pengingat atas diri sediri).
Dalam proses pembuatannya yang memakan waktu sangat panjang dan dana yang cukup besar terlihat kesungguhan grup musik ini untuk menembus pasar Indonesia dengan karya-karyanya yang amat ciamik, dan pada 2022 Perunggu sukses membuktikan hasil yang maksimal dengan penjualan albumnya yang meledak dan semakin banyak kaum muda yang menggemari band cadas asal kota Jakarta tersebut.*
Mochamad Iqbal Apriansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan, penikmat musik, tinggal di Bandung.





