Opini

Hidup di negeri PRASANGKA

201views

Kolom Sosial Politik

Oleh: Ridhazia

ENTAH berapa orang di Indonesia menjadi tersangka. Terakhir giliran pejabat kementerian keuangan. Setelah anaknya dijadikan tersangka penganiyaan oleh kepolisian, giliran sang ayah menjadi tersangka korupsi oleh KPK. Mungkin, juga istrinya diancam penjara. Pasalnya, ia pamer (flexing barang super mewah di media sosial).

Sisa permusuhan..

Repotnya hidup di negeri prasangka. Bisa hancur karena dibangun dari sisa permusuhan yang akut, menyebar, dan tak berujung. Tak hanya alasan beda pendapat, tapi juga beda pendapatan. Pintar bodoh, kaya miskin, kota desa yang semakin menganga yang boleh jadi menjadi bom waktu.

Putus asa

Prasangka merupakan manifestasi dari keputusasaan menerima kenyataan yang berbeda dengan harapan. Secara teoritis
semua itu bersumber dari perasaan ingroup yang melampaui batas. Kekelompokan yang terlalu menganggap superior dibanding kelompok lain.

Dalam batasan ilmiah dari HenryTajfel (1974) dan Michael Billig (1982) kekelompokan ini bias refleksi perasaan suka atau tidaksuka. Terbersit dalam bawah sadarnya permusuhan.*

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politilk, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response