Kolom Mahasiswa
Oleh Dede Nulhakim
TETAPLAH hidup dan jadilah orang baik. Dunia tidak butuh orang sukses yang tak berguna. Dunia butuh orang-orang yang hidupnya bermanfaat, entah bagi sesama, lingkungan, atau makhluk hidup di muka bumi. Tuhan tidak pernah menciptakan manusia sia-sia. Selalu ada peran baik yang bisa diambil sekalipun tak sesuai definisi sukses versi komunal.
Ketika seseorang meninggal dunia, orang-orang tidak mengingat berapa banyak harta yang berhasil ditimbunnya atau pangkat yang diembannya. Mereka hanya ingat bagaimana dahulu sikapnya di dunia. Apakah dia anak yang berbakti pada orang tua? Ayah yang penyayang pada anak-anaknya? Suami yang baik? Tetangga yang ramah? Saudara yang akur? Apakah dia gemar membantu? Apakah lisannya menyenangkan dan menenangkan? Apakah dia gigih dalam mengejar impiannya? Apakah dia pernah menyakiti hati mereka semasa hidup? Apakah dia pernah berlaku buruk dan curang? Apakah dia sombong dan kikir?
Tentu saja memikirkan pendapat orang lain di dunia bukan urusanmu ketika mati, melainkan saat kamu masih hidup.
Maksud saya, hidup ini bukan hanya menyangkut “kita” dan kesuksesan yang semu itu. Tapi juga “peran terbaik” yang pernah kita mainkan di dunia.
Dalam kondisi seburuk apa pun, saya berdoa semoga engkau tetap menjadi manusia yang baik. Tidak apa tak sesukses Rafi Ahmad atau Atta Halilintar. Ketidakmampuanmu mendapatkan impian tak menjadikanmu gagal sebagai manusia. Kamu adalah versi terbaik dirimu di kehidupan ini.
Pesan saya, gagal sekali bukan berarti gagal selamanya. Kita boleh saja menyerah, namun jangan sampai putus asa. Kesempatan mungkin tidak datang sekarang, tapi bisa jadi di tahun-tahun berikutnya.
Saya mungkin butuh waktu 15 tahun, tapi bisa jadi kamu hanya memerlukan 1–2 tahun saja. Masing-masing orang memiliki jalan hidup berbeda, dan kita tidak perlu menjadikan kehidupan orang lain sebagai patokan. Tidak usah khawatir, selama kita konsisten untuk berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal, pasti kita akan menerima hal yang baik juga.*
Dede Nulhakim, mahasiswa Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati, peminat masalah sosial, tinggal di Bandung.





