Kolom Mahasiswa
Oleh: Muhammad Fajar Ramadhoni
KOMPETISI politik 2024 sudah semakin dekat. Sejumlah partai politik mulai mencoba meraih suara. Dari pejabat, artis, hingga borjuis mulai dikumpulkan untuk meraih popularitas di masyarakat. Janji-janji sejahtera juga sudah mulai dikumandangkan. Walaupun sudah menjadi suara lama, janji-janji politikus kadangkala hanya sekedar bualan semata.
Tapi saat ini, Indonesia didominasi oleh anak-anak muda yang melek teknologi dan informasi. Tercatat, 60 persen suara pemilu di tahun 2024 nanti dimiliki oleh anak-anak muda usia 17 hingga 40 tahun yang tidak mudah ditipu dengan janji-janji pemilu.
Sebagai salah satu bagian anak muda yang akan ikut memberikan suara di hari pemilu 2024 nanti, saya hanya ingin mengatakan bahwa kami perlukan suara baru. Kami perlukan suara baru yang dapat mengubah Indonesia secara nyata, bukan hanya dalam janji semata. Kami perlukan inovasi baru yang mampu memberikan solusi, bukan hanya sekadar delusi. Kami perlukan pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita kami menjadi negeri maju di Indonesia Emas 2045 nanti.
Oleh karena itu, untuk anda siapapun yang ikut kompetisi politik 2024 nanti, kami hanya ingin mendengar suara baru, bukan hanya janji pemilu.*
Muhamad Fajar Ramadhoni, Mahasiswa Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, asal Kabupaten Garut, Jawa Barat.





