Opini

Majalah GATRA Edisi November 1997

444views

Kolom Media Lawas
Oleh: Kin Sanubary

MAJALAH GATRA terbit sejak tahun 1994, didirikkan oleh beberapa orang mantan awak Majalah Tempo yang dibredel oleh pemerintah Orde Baru dan berhenti terbit sejak 21 Juni 1994.

GATRA hadir sebagai sebuah majalah berita mingguan baru, GATRA mampu menampung 80% mantan karyawan Tempo, salah seorang pendirinya yaitu mantan redaktur senior Majalah Tempo yaitu Herry Komar menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan GATRA.

Nasib TKI di Arab Saudi

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tampaknya tidak lagi memberi ampun kepada warga N
Negara asing (WNA) yang menetap tanpa izin tinggal di negaranya. Mereka yang tergolong pendatang gelap itu harus enyah dari wilayah Kerajaan Arab Saudi paling lambat 16 Oktober 1997. Bila tidak mereka akan menerima hukuman 3 bulan penjara dan denda 1.000 hingga 5.000 Riyal serta majikan yang memperkerjakan mereka diberi sangsi. Akibat kebijaksanaan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia semua TKA dan TKI menjadi ketakutan dan kebingungan.

Golongan Karya

Rapat Pimpinan (Rapim) Golongan Karya menghasilkan 11 butir pernyataan politik. Dari butir-butir itu yang menarik disimak yaitu tekad “Beringin” untuk memberantas monopoli, oligopoli, monopsoni yaitu pengendalian tata niaga suatu komoditas oleh pihak tertentu dan pelecehan hukum. Sedangkap yang banyak dibicarakan kalangan masyarakat tertuma liputan media massa adalah pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden Republik Indonesia.

Menteri Penerangan Harmoko menyampaikan keputusan Golkar untuk mencalonkan kembali Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia periode 1998-2003. Kriteria calon pimpinan nasional yang dirumuskan Rapim Golkar antara lain Presiden/Mandataris MPR periode 1998-2003. Juga harus berwawasan kebangsaan dan mampu mempersatukan bangsa, memiliki sikap negarawan yang arif dan bijaksana. Berani mengambil keputusan dalam situasi sulit, diakui oleh segenap potensi kekuatan bangsa dan dunia internasional.

Xanana Gusmao

Kay Ray Xanana Gusmao lahir di Manatuto, 20 Juni 1946. Xanana Gusmao dikenal sebagi tokoh anti integerasi Timor Timur yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Xanana diduga ikut membiayai pembuatan dan perakitan bom di Demak, Jawa Tengah. Para tersangka anggota Brigada Negra (Brigade Hitam) mengaku pernah menerima uang Rp 250.000. Xanana Gusmao disebut sebagai Panglima Tertinggi Falintil, sayap militer Conselho Nacional de Resistencia Maubere (CNRM) yaitu induk organisasi gerakan Timor Merdeka (Timor Leste) yang dipimpin oleh Ramos Horta. Xanana mengepalai Brigada Negra (Brigade Hitam) sayap radikal yang bertugas melaksanakan aksi terorisme di seluruh wilayah Indonesia. Dan setelah Timor Timur lepas dari Indonesia Timor Merdeka menjadi Timor Leste. Xanana Gusmao terpilih sebagai Presiden pertama Timor Leste (2002-2007) dan menjadi Perdana Menteri Timor Leste (2007-2015).

AH Nasution. Jenderal Tidak Pendemdam

Kesaksian Jenderal (Purnawirawan) Abdul Haris Nasution pada masa Orde Baru dibukukan. AH Nasution mendambakan tegaknya keadilan dan kebenaran. Buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh nasional, tokoh besar AH Nasution yang dikenal sebagai peletak dasar dan yang menyempurnakan fondasi TNI (Tentara Nasional Indonesia) secara kokoh. AH Nasution juga terlibat dalam “keretakan internal” Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ikut andil juga dalam pemulihannya kembali. Reputasinya yang hebat dalam peletakan dasar-dasar perang gerilya, konsep Dwifungsi ABRI serta pembentukan pertahanan sipil. AH Nasution juga diakui kepeloporannya dalam upaya kembali ke Undang Undang Dasar 1945 (UUD ’45).

Alya Rohali, Putri Indinesia 1996.

Gempita Pesta Olahraga Se-Asia Tenggara. SEA Games XlX di Jakarta mempunyai kesan dan kenangan tersendiri bagi Alya Rohali, Putri Indonesia 1996. Dara kelahiran 1 Desember 1975 yang akrab dipanggil Aya ini dikontrak oleh stasiun televisi AN-Teve sebagai presenter “Legenda SEA Games” dan “Mengintip Lawan” dan yang paling disukainya yaitu mewawancarai atlet top dan berprestasi.

SI Doel Anak Sekolahan

Perjalanan sinetron Si Doel Anak Sekolahan sudah sampai ke serial lV. Si Doel Anak Sekolahan IV (SDAS-IV) tidak semulus seri-seri sebelumnya. Situasi krisis moneter yang melanda Indonesia dan gonjang-ganjing diseputarnya menjadi salah satu penyebabnya. Skenario dan alur ceritanya ditulis oleh Rano Karno bersama penulis dan jurnalis senior Harry Tjahjono. Terakhir Harry Tjahjono disibukan dengan menulis serial lain yaitu komedi situasi “SOK” yang digarap bareng bersama sahabat kentalnya, wartawan terkenal Arswendo Atmowiloto.

Kilas Balik Olah Raga.

Buku Kilas Balik Olahraga Indonesia diluncurkan di Hotel Le Meridien, Jakarta pada 17 Oktober 1997. “Teropong Olahraga Indonesia” hasil kerjasama PT Cipta Media Citra dengan Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga disunting oleh Pandu Dewanata.

Menpora Hayono Isman menyerahkan buku kilas balik olahraga di Indonesia tersebut kepada para wakil pembina olahraga serta kepada para pengamat dan pemerhati dunia olahraga.

Semoga dengan mengulas kembali majalah lawas bisa membuka kembali peristiwa yang pernah menjadi buah bibir era tahun 90-an.*

Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola media lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response