Kolom Mahasiswa
Oleh: Rifa Ansori
KAMPUS bersih adalah impian bagi seluruh masyarakat kampus. Kebersihan lingkungan kampus sangat penting untuk aktivitas pendidikan. Suasana kampus yang bersih dan nyaman dapat mempengaruhi belajar dan mengajar mahasiswa dan dosen. Tanggung jawab kebersihan kampus bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi juga partisipasi penghuni kampus.
Partisipasi melibatkan keterlibatan spontan dengan tanggung jawab dan kesadaran untuk kepentingan kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Mahasiswa, sebagai pengguna aktif kampus, memiliki potensi sebagai penghasil sampah terbanyak. Oleh karena itu, mahasiswa seharusnya berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di kampus.
Pemerintah telah membuat peraturan mengenai pengelolaan sampah dalam undang-undang dan peraturan daerah. Peraturan tersebut melarang pembuangan sampah sembarangan dan menetapkan sanksi bagi pelanggar. Universitas Negeri Malang (UM) juga memiliki peraturan tata tertib yang mengharuskan mahasiswa menjaga kebersihan kampus dan tidak membuang sampah sembarangan.
Namun, pada kenyataannya, masih sedikit mahasiswa yang mematuhi peraturan tersebut. Masih banyak mahasiswa yang membuang sampah sembarangan, menunjukkan kurangnya partisipasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun tempat sampah telah disediakan di berbagai sudut kampus, banyak sampah yang masih berserakan di sekitar tempat sampah. Sikap acuh tak acuh mahasiswa menjadi salah satu penyebabnya.
Kampung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sering menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa, tetapi di tempat ini juga sering ditemui sampah yang berserakan. Sebagai mahasiswa, partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting.
Untuk menciptakan kebersihan lingkungan kampus, diperlukan partisipasi aktif dari warga kampus. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menerapkan ‘Sister rewards dan punishment. Mahasiswa yang aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan akan mendapatkan reward, sedangkan pelanggar akan dikenakan hukuman. Selain itu, kampus dapat mengadakan lomba kebersihan antar fakultas atau UKM. Hal ini akan mendorong mahasiswa untuk berlomba menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan partisipasinya. Dengan demikian, lingkungan kampus dapat menjadi bersih, indah, dan nyaman bagi seluruh civitas kampus.
Rifa Ansori mahasiswa Prodi Jurnalistik Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, bermukim di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.





