Uncategorized

Misteri Kasus Kaluderes

494views

Kolom Mahasiswa

Oleh Muhammad Naufal Ryantama

KASUS kematian satu keluarga di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat menggegerkan masyarakat.

Empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Kamis 10 November 2022.

Misteri demi misteri terus digali oleh pihak berwenang.

Berjalannya proses penyelidikan oleh pihak berwenang, muncul berbagai spekulasi terkait dengan misteri kematian satu keluarga ini.

Temuan terbaru terungkap adanya kain berisi mantra dan kemenyan yang terindikasi satu keluarga melakukan ritual.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, dalam keterangannya mengatakan, ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada alm Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu.

Jika benar bahwa kematian satu keluarga ini akibat kepercayaan tertentu, maka kepercayaan apa yang membuat satu keluarga ini kehilangan nyawa dan bagaimana mereka mendapatkan kepercayaan tersebut?

Terkait dengan temuan buku lintas agama dan adanya kain berisi mantra, pihak berwajib menggandeng psikolog dan ahli sosilogi agama untuk mempelajari mantra dan kemenyan.

Temuan-temuan yang didapatkan pada lokasi kejadian serta para saksi harus menjadi bahan yang kuat untuk memecahkan misteri ini dengan cepat.

Karena jika tidak, dikhawatirkan pemberitaan dan obrolan tentang kasus ini dapat juga segera dihentikan sehingga tidak mendorong terjadinya penularan bunuh diri (suicide contagion) di tengah masyarakat.

Kasus kematian Kalideres ini menarik perhatian karena kasusnya sama mirip dengan bunuh diri satu keluarga negara India letaknya di Burrari pada tl2018.

Pada kejadian tersebut 11 anggota keluarga tewas gantung diri dan temuan pada lokasi kejadian terdapat sesajen yang diguga sebagai ritual yang diyakini oleh kelaurga tersebut

Kasus yang terjadi di Kalideres menjadi pelajaran bagi kita dan sebagai antisipasi bagi aparat kepolisian juga petinggi agama jangan sampai ada pemahaman menyangkut agama yang menyimpang bisa menghilangkan nyawa seseorang secara cuma-cuma.***

*) Muhammad Naufal Ryantama, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan, peminat masalah sosial, tinggal di Bandung.

Leave a Response