Opini

Nyali PETARUNG

182views

Kolom Sosial Politik
Oleh: Ridhazia

SELAMAT datang kembali di Bandung. Atau di tempat lain. Beristzirahatlah secukupnya. Bersiaplah kembali bekerja.

Petarung!

Mudik tak hanya urusan memuasi keinginan pulang kampung. Tapi kerap beririsan dengan urusan nyali. Yakni keberanian menanggung resiko. Dari mulai resiko kelelahan fisik hingga tekanan psikis.

Pendek kata, mudik itu serupaan manusia petarung. Memilih berani hidup lebih rumit. Bukan berani mati. Mau menerima keputusan rumit yang bisa jadi tak terduga.

Sebagai petarung, ia bersedia untuk terjaga dari tekanan. Tentu saja, memiliki ketahanan (resilience) menghadapi keguncangan. Hal itu hanya mungkin dilakukan oleh seseorang yang menguasai diri dan selalu mengedepankan perasaan mampu (self-efficaci).*

Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial-politik, bermukim di Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response