Uncategorized

Perkembangan Pemakaian Koneksi Internet dan Sebaran Penggunaan Gadget

56views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia pada tahun 2020, diperkirakan lebih dari 174 juta penduduk Indonesia menggunakan internet. Namun, tidak
ada data khusus yang mengidentifikasi jumlah pengguna gadget aktif untuk semua umur dan anak-anak secara rinci.

Penggunaan gadget di Indonesia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan anak-anak juga semakin terpapar pada penggunaan gadget. Sebuah survei
Nasional Pendidikan Kejujuran Cyberkids 2018 menunjukkan bahwa 98,6% anak di Indonesia telah menggunakan gadget dengan akses internet sejak usia 7 hingga 18 tahun.

Gadget saat ini seakan-akan tidak bisa terpisah dari kehidupan sehari-hari anak-anak, khususnya yang lahir di era perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Gadget sebagai salah satu alat untuk bisa mengakses berbagai macam isi baik itu berita, cerita, gambar, video dari berbagai belahan dunia dalam waktu yang sangat cepat. Bagaikan pisau bermata dua dan dilematis, di satu sisi, gadget sangat membantu untuk meningkatkan proses kreatifitas, perkembangan pembelajaran anak dengan berbagai macam materi, namun di sisi lain pun gadget juga memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan relasi sosial anak, kesehatan mental dan fisik anak.

Potensi gadget merusak otak anak bisa terjadi jika anak dibiarkan terlalu lama menatap layar gadget tersebut.

Istilah terhadap perilaku kecanduan gadget adalah screen dependency disorder (gangguan ketergantungan terhadap layer gadget) atau SDD.

Sebuah penelitian terbaru menemukan
30% anak di bawah usia enam bulan sudah mengalami paparan gadget secara rutin denganrata-rata 60 menit per hari.

Tanda-tanda pada anak yang mengalami SDD dan perlu dicermati ole orang tua seperti; Anak yang sibuk dengan gadget cenderung menjadi lebih agresif atau pemarah jika tidak memegang gadget, Anak menjadi tantrum atau mudah mengamuk bila gadget diambil darinya. Menolak untuk berhenti bermain gadget meskipun orang tua telah memintanya berhenti menggunakan gadget. Tidak tertarik bermain di luar rumah atau kegiatan ekstra di sekolah. Senantiasa berusaha disetiap kesempatan agar bisa memainkan gadgetnya lebih lama dan cenderung berbohong kepada orang tua. Seringkali meminta waktu lebih
lama, demanding untuk memegang gadget lebih lama dengan berbagai alasannya.

Selain tanda-tanda anak mengalami SDD, gadget juga dapat menjadi potensi utama merusak otak anak dan mengganggu proses tumbuh kembang anak. Kerusakan yang diakibatkan di antaranya karena akibat dari paparan layar gadget yang dapat merusak perkembangan otak anak. Anak juga akan mengalami penurunan waktu tidur sehingga daya konsentrasi menurun fokus sangat rendah. Anak memiliki kecenderungan tidur di siang hari dan terjaga di malam hari Dalam suatu riset menggunakan gadget selama 15 menit dapat mengurangi waktu tidur anak sekitar 60 menit. (Red)

Leave a Response