Kolom Mahasiswa
Oleh Rahma Dini Amalia
MANUSIA diberkahi oleh akal dan hati oleh Tuhan agar bisa berpikir dan memilih berbagai pilihan hidup yang akan ia jalani nantinya. Tidak halnya dengan sisi kepribadian. Kepribadian seolah menjadikan manusia seperti buku,memiliki cover, isi serta posliminary (bagian akhir buku). Memiliki kisah unik dan menarik didalamnya dan mungkin lain dari pada yang lain.
Kepribadian juga menentukan bagaimana seseorang itu bersikap dan bersosialisasi dan melakukan kontak langsung maupun tidak langsung kepada sesama manusia lainnya.
Kepribadian ini ada banyak jenisnya. Namun secara garis besar kepribadian manusia dibagi menjadi dua yaitu introvert dan rkstrovert.
Menurut Tirto.id introvert adalah tipikal orang yang lebih senang menghabiskan waktu sendirian atau dengan satu atau dua orang teman yang mereka rasa dekat. Introvert sering membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energi setelah berada dalam lingkungan sosial. Sedangkan ekstrovert, menurut Hellosehat adalah kepribadian seseorang yang memiliki sikap dominan lebih nyaman saat menggunakan energinya untuk melakukan kegiatan yang aktif. Bahkan, orang ekstrovert senang-senang saja jika terlihat di berbagai kegiatan yang berbeda-beda.
Jika Anda seorang ekstrovert, Anda tentu lebih nyaman untuk berada di sekeliling banyak orang. Tak hanya itu, orang dengan kepribadian ini cenderung aktif dalam mengambil tindakan dan mewujudkan berbagai hal yang ada di dalam kepalanya. Maka itu, orang dengan kepribadian ini lebih mudah untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi.
Dari penelitian yang sudah dilakukan, tidak ada manusia yang secara 100% yang memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert ataupun jenis kepribadian lainnya. Manusia itu unik. Banyak sekali sisi buruk serta baik yang berada jauh dalam pribadi seorang manusa yang bahkan manusia itu sendiri pun tau jika ada sesuatu yang unik padanya yang mungkin suatu saat bisa berguna bagi si manusai itu sendiri.
Entah itu introvert ataupun ekstrovert punya kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
Kepribadian bukan hanya memengaruhi pribadi internal kita tapi lingkungan eksternal kita juga akan terpengaruh. Seperti contohnya lingkungan pertemanan kita. Orang esktrovert akan lebih banyak mendapatkan teman dan beradaptasi dengan lingkungannya ketimbang introvert. Namun, orang introvert lebih pandai melakukan sesuatu yang mengutamakan kerja sendiri seperti saat mengerjakan ujian, proyek besar yang membutuhkan ketekunan dan keuletan kreativitas mandiri.
Dari sini bisa kita katakan bahwa kepribadian hampir akan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan kita, di dunia pekerjaan, keluarga, pertemanan bahkan hingga ke aspek asmara yang sifatnya sangat sangat subjektif.
Tidak peduli bagaimana jenis kepribadian kita, sifat kita, kejelekan atau kelebihan kita, jika kita bisa menerima dan meng-upgrade diri kita terhadap semua keterbatasan itu, saya pastikan kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersyukur atas pemberian Tuhan.
Rahma Dini Amalia, mahasiswi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Pasundan Bandung_





