METRO BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 36 orang Asisten Laboratorium (Aslab) di lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba (Universitas Islam Bandung) mengikuti pengukuhan yang berlangsung di Gedung Student Center Unisba Jalan Tamansari Nomor 1 Bandung, Selasa (7/2). Acara pengukuhan ini dihadiri Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr Atie Rachmiatie, Wadek I M Rochim, M.Si, Wadek II Dr. Dedeh Fardiah, M.Si, dan Wadek III Dr. Tresna Wiwitan, M.Si. Selain itu dihadiri juga oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Strata Sarjana Alex Sobur, M.Si. Juga hadir tujuh Kepala Laboratorium yang ada di lingkungan Fikom Unisba, yakni Lab. Fotografi, Lab. Film, Lab. Televisi, Lab. Grafis, Lab. Multimedia, Lab. Radio, dan Lab. Simulasi Komunikasi.
Dalam sambutannya Atie Rachmiatie menjelaskan perubahan paradigma di beberapa perguruan tinggi, yakni adanya perguruan tinggi teaching, riset, transformatif, dan enterpreneurship. Di beberapa perguruan tinggai sudah mencapai level keempat, misalnya Universitas Amikom Yogyakarta tapi ada juga beberapa perguruan tinggi yang masih di level 2 dan 3.
“Aslab merupakan bagian penting dari kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi karena menjadi fasilitator terselenggaranya kegiatan praktikum di laboratorium. Tapi selain itu juga aslab dituntut untuk bisa mengembangkan lab tidak hanya sekadar tempat pembelajaran tapi jauh ke depan menuju embrio enterpreneruship sehingga mampu mendukung eksistensi prodi dan fakultas,” jelas Atie.
Selain itu Atie mengingaktkan agar tugas praktikum mahasiswa tidak hanya sekadar gugur tugas tapi hasilnya betul-betul bisa diapresiasi dan nantinya mampu membanggakan almamater dan berkontribusi bagi industri kreatif di Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.
Sebagai tanda resmi pengukuhan masing-masing aslab dikenakan baju seragam dan name tag oleh jajaran dekanat dan Kaprodi.
Pengukuhan ke-36 aslab setelah dilakukan oprec (open recruitment) yang digelar beberapa bulan lalu di lingkungan Fikom Unisba.
Sementara itu perwakilan lab Askurifai menyebut bahwa tradisi penerimaan aslab sudah dilakukan sejak Lab Fikom dipecah menjadi tujuh lab yang masing-masing lab membutuhkan fasilitator untuk lancarnya kegiatan praktikum di lab.
“Kehadiran aslab tidak hanya untuk meningkatkan skill dan wawasan tapi juga harus mampu menjadi role model bagi adik kelas dalam kegiatan praktikum sehingga menjadi mahasiswa kreatif dan inovatif,” tutupnya.(bp)





