OpiniPendidikan

Selamat Datang di Dunia Tanpa Gerlar

Selamat Datang di Dunia Tanpa Gerlar

147views

Oleh H. Dadang Suherman,. SH

SAMPAIKAH kita kepada  abad dimana mau ijazah reguler, Paket, negeri, swasta, sudah tak lagi dianggap sesuatu yang penting.

Kini baik lulusan berlatar  pendidikan formal, non formal, pesanten atau non pesantren  sekolah pavorit, atau sekolah biasa, metode pembelajaran jarak jauh (online) ataupun jarak dekat, bukan lagi ukuran kualitas pembelajaran.

Tentunya lulusan yang bisa berkarya yang akan memenangkan dunia. Tentunya siapapun yang karyanya dirasakan oleh khalayak banyak yang akan berpengaruh di dunia.

Ijazah hanya menjadi tanda bahwa kita pernah belajar, pernah mengkaji, pernah menelusuri suatu ilmu secara ilmiah dan akademik. Tetapi keberhasilan bukanlah ditentukan dari ijazah atau latar belakang pendidikan seseorang.

Keberhasilan kini ditentukan dari sejauhmana karakter, skill serta nilai normatif seseorang yang diwujudkan dalam sebuah karya.*

Siapa yang berkarya, maka ia akan ada (I act therefore i am), begitulah ungkapan dari Muhammad Iqbal, seorang filsuf islam dari Pakistan.

Meskipun seseorang bukan bergelar sarjana, meskipun dia bukan seorang berlatar akademis yang tinggi, Sebutlah yang namanya Bil Gates (Pendiri Microsoft), Steve Job (Pendiri Aple), Mark Zukkerberg (Pencipta Facebook), Jack Dorsey (Pencipta Twitter), Michael Dell (Pendiri perusahaan komputer), Susi Pudji Astuti, Bob Sadino, dan lain sebagainya. Tetapi dengan karakter dan kefokusan pada suatu bidang ia menjadi besar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Nah, tentu saja ini merupakan sebuah tantangan bagi para guru, dosen, Ustadz, Kyai, para akademisi, untuk membuktikan bahwa *gelar yang diberikan berbanding lurus dengan karya yang dihasilkan.

Jangan malah sebaliknya, gelar hanya sekedar gelar tapi malah menjadi beban bagi masyarakat. Lulusan sekolah terbaik tetapi tak berkontribusi apa apa di masyarakat.** ( penulis Penggiat Literasi,  ASN di Disarpus Kota Bandung)

Leave a Response