Opini

Tabloid Hikmah Edisi Perdana 1993

546views

Kolom Media Lawas
0leh: Kin Sanubary

HIKMAH “Demi Ibadah Dakwah dan Ukhuwah”
Terbitan perdana 30 tahun silam, No.1 Tahun ke-1 Edisi 9 Februari 1993 M/Sya’ban 1413 H.

Hadirnya surat kabar mingguan HIKMAH dan media cetak bernuansa religi mendapat sambutan positif dari para pembaca dan masyarakat yang merindukan bacaan penyejuk hati. HIKMAH menjadi bacaan pilihan ummat muslim yang berada di Bandung dan Jawa Barat.

Tabloid mingguan HIKMAH diterbitkan oleh surat kabar utama Warga Jawa Barat yaitu Pikiran Rakyat. Misi HIKMAH yaitu dakwah demi kesejahteraan ummat Islam secara lahiriyah dan batiniyah.

HIKMAH hadir sebagai media dakwah bagi ummat, terbit sejak 9 Februari 1993 bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional. Melalui PT Hikmah Pikiran Rakyat, HIKMAH terbit seminggu sekali dengan format tabloid dan mempunyai niat, hasrat dan tekad untuk menjadi media dakwah dan bacaan penyejuk hati bagi ummat Islam.

PERS ISLAM

Pers Islam yang Tenggelam, Bertahan dan Berkembang. Banyak yang menarik yang bisa kita nikmati bila melihat ke belakang perjalanan Pers Islam di Indonesia dan beberapa media cetak Islam yang pernah terbit di Indonesia.

HIKMAH sebuah mingguan Islam ilmiah yang dipimpin oleh Mohammad Natsir AR Baswedan dan Nawawi Dasuki. Terbit tahun 1948 berbentuk majalah dengan penampilan, penggarapan dan isi yang layak untuk dipanggungkan.

PENYULUH AGAMA, pimpinan KH Firdaus AN terbit tahun 1953.

AL ISLAM terbit di Medan tahun 1954 berbentuk buku. Diterbitkan dan diasuh oleh Abdul Djalil Siregar dan ZA Abbas.

DAULAH ISLAMIYAH diterbitkan tanpa mencantumkan nomor, bulan dan tahun penerbitan. Diasuh dan dikelola oleh tokoh-tokoh revolusioner seperti KH Isa Anshari, HA Hassan, Munawir Cholil.

GEMA ISLAM dipimpin oleh Letjen (Purn) Sudirman tokoh PTDI terbit Desember 1961 dengan oplah 34.000 eksemplar.

PEMBELA ISLAM diasuh oleh ulama besar dan tokoh pendiri Persatuan Islam (Persis) HA Hassan, beliau juga guru dari M Natsir dan Soekarno.

PEDOMAN MASYARAKAT terbit sejak September 1966. Majalah tengah bulanan yang dipimpin oleh Lukman Harun dan Rusydi Hamka.

DUTA MASYARAKAT diterbitkan sebagai media komunikasi Warga Nahdatul Ulama (Nahdiyin NU) dengan pemimpin redaksinya H Mahbub Djunaidi.

RUHUL ISLAM sebuah majalah yang diterbitkan oleh Yayasan Pembina Ruhul Islam tahun 1966. Diasuh oleh Buya AR Sutan Mansur dan Buya Malik Ahmad. Majalah ini diwarnai oleh missi Muhammadiyah.

KIBLAT sebuah majalah yang terbit 2 kali dalam sebulan diterbitkan oleh Yayasan Perjalanan Haji Indonesia sejak tahun 1953.

PANJI MASYARAKAT didirikan oleh Buya Hamka terbit sejak tahun 1959 diteruskan oleh Rusydi Hamka putra almarhum Buya Hamka.

RISALAH sebuah majalah bulanan yang diterbitkan Persatuan Islam (Persis Bandung)

ABADI sebuah surat kabar harian yang terbit sejak tahun 1951 dan termasuk “The Big Threes” koran di Indonesia. Pada masa jayanya, pamor koran ini sangat memukau dan berwibawa.

MESJID KITA

“Mesjid Salman Seimbangkan Iman-Ilmu dan Amal”. Mesjid Salman Bandung letaknya berada di lingkungan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di Jalan Ganesha, Tamansari Bandung.

Mesjid Salman dikenal sebagai sosok mesjid yang ideal dan semarak dengan berbagai aktivitas. Kegiatan-kegiatan yang terdapat di Mesjid Salman selalu bertumpu pada upaya menciptakan kondisi keseimbangan antara aspek iman, ilmu dan amal. Selain pengajian juga ada kegiatan di bidang teknologi. Pusat Teknologi Tepat Guna (Pustena) dan sukses berhasil sebagai juara pertama Lomba Inovasi Robotika yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin ITB.

Ada juga unit kegiatan KARISMA (Keluarga Remaja Islam Salman) yang menonjol dengan kegiatan mentoring. Karisma terpilih sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat terbaik di Indonesia melalui Sayembara What Working in The World yang diadakan dalam rangka Obor Persahabatan Dunia.

HB JASSIN EMPU SASTRA INDONESIA

Siapa yang tak kenal dengan HB Jassin, Si Empu Sastra atau Paus Sastra Indonesia. Dari tangannya telah mencuat sejumlah penyair hebat dan sastrawan terkenal Indonesia. Sebagai bukti sejarah yaitu Amir Hamzah dan Chairil Anwar dua orang penyair besar yang dicuatkan oleh HB Jassin.

Di lapangan sastra hingga kini ketekunannya tak tertandingi. Setelah melahirkan terjemahan ayat suci Al-Qur’an dalam “Bacaan Mulia” Kini HB Jassin sedang menyiapkan suatu proyek mulia yaitu mempuisikan Al-Qur’an. Mushaf Al-Qur’an dalam tatanan puisi belum pernah ada di dunia dan HB Jassin mengawalinya. Mushaf Puisi Al-Qur’an setelah ditahsis Departemen Agama menurut rencana akan diterbitkan oleh Penerbit Jembatan yang akan mencetak Mushaf Puisi Al-Qur’an sekitar 10.000 eksemplar.

PESANTREN ASYROFUDDIN

Pesantren Asyrofuddin berada di Desa Cipicung Kecamatan Conggeang Sumedang. Pesantren ini terbilang tua karena didirikan sejak tahun 1846 oleh Kiyai Raden Asyrofuddin salah seorang keturunan Sultan Kasepuhan Cirebon. Menurut sejarah sang kiyai adalah sahabat baik Pangeran Sumedang Prabu Geusan Ulun. Sang Prabu ingin agar di Sumedang didirikan sebuah pondok pesantren besar yang dipimpin oleh seorang kiyai yang berwibawa maka dipilihlah Kiyai Raden Asyrofuddin dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon karena ketika itu Cirebon dikenal sebagai pusat penyebaran Agama Islam di Jawa.

Kini Pesantren Asyrofuddin masih berdiri dan mempunyai santri sekitar 250-300 orang santriwan.

Majalah “Yang Muda”

Majalah remaja “Yang Muda” terbitan Mesjid Salman ITB Bandung menyelenggarakan diskusi panel tentang “Pers Islam, Harapan dan Tantangannya” dengan melibatkan sejumlah pakar jurnalistik Islam sebagai pembicara nya.

Diskusi ini terbuka untuk umum, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung yang berminat dengan dunia jurnalistik. Pemimpin Umum Majalah “Yang Muda” M Benny Wardana dan Sarnapi, Ketua Panitia Panel Diskusi menjelaskan bahwa diskusi ini diadakan dengan maksud membuka dan menambah wawasan khususnya bagi aktivis Pers Kampus. Adapun yang menjadi pembicara dan nara sumbernya yaitu : H Ahmad Saelan (Wakil Pemimpin Redaksi SKM Hikmah) H Haidar Bagir (Pemimpin Perusahaan Harian Republika) Dr Marwah Daud Ibrahim (BPPT dan Anggota DPR/MPR RI) Atang Ruswita (Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat) dan para tokoh pers dan jurnalis senior seperti Mochtar Lubis, H Rosihan Anwar, Rusydi Hamka, Fadel Muhammad dan Lukman Harun

ISLAM di AMERIKA SERIKAT

Menurut brosur tentang Islam di Amerika Serikat yang diterbitkan oleh Islamic Society of North America (ISNA) payung organisasi Islam se-Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada). Jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat sekitar 6-10 juta orang. Dan Islam di Amerika Serikat sudah berusia lebih dari 400 tahun.

ISNA memperkirakan bahwa kehadiran Islam di Amerika Serikat telah ada jauh sebelum kedatangan Christopher Columbus (1492). Para pelaut Islam telah berhasil menyebrangi Samudera Atlantik yang waktu itu dikenal sebagai Samudera Kegelapan dan telah mencapai Pantai Barat Amerika Serikat.

Orang Islam pertama yang menginjakkan kaki di Amerika Serikat ada sejak tahun 1539 yaitu seorang muslim asal Maroko yang menjadi guide dalam rangka eksplorasi ke Arizona dan New Mexico bersama putra mahkota New Spain. Seorang budak muslim terpelajar dan amat terkenal dalam literatur AS yaitu Ayub Ibn Sulaeman Diallo, Pangeran Bundu dari Afrika yang diculik dan dijual sebagai budak belian pada tahun 1730.

BOSNIA OH BOSNIA

Peristiwa penghancuran Kota Kozarac dan penjagalan terhadap puluhan ribu penduduk dari sekitar 250.000 jiwa, sekitar 90% beragama Islam.

Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Mei 1992 pada hari yang sama dengan didirikannya Kamp Bosnia, sebuah tempat yang menampung puluhan ribu penduduk Kota Kozarac yang tak sempat melarikan diri tetapi beruntung dan selamat dari pembunuhan.

Dalam Kamp Bosnia ditampung puluhan ribu penduduk Kozarac yang mendapatkan penyiksaan diluar batas kemanusiaan secara terus menerus dari tentara Serbia.

PBB melalui Komisi PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) dan Palang Merah Internasional segera bertindak, kini daerah Kozarac telah lenyap dari peta. Dari sekitar 250.000 penduduknya, yang selamat hanya sekitar 1.500 jiwa. Mereka berhasil dibebaskan dari Kamp penyiksaan dan diungsikan ke daerah Kroasia yang dikuasai Muslim Bosnia.

Yang terjadi di Kozarac merupakan sebuah penghancuran dan pembersihan besar -besaran terhadap daerah Muslim merupakan salah satu kisah pilu dari Bosnia Herzegovina.*

Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response