Opini

Tabloid Salam Edisi November 1987

493views

Kolom Media Lawas
Oleh: Kin Sanubary

SALAM Lembaran Jum’atan “Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat” Terbitan Perdana No.1 Tahun ke-1 Exdisi 6-12 November 1987 M/ Mulud 1408 H.

Romantisme membaca tabloid lawas SALAM edisi Perdana, 36 tahun silam. Hadirnya surat kabar mingguan SALAM dan media cetak keagamaan bernuasa Islam mendapat sambutan dari pembaca dan masyarakat yang merindukan bacaan penyejuk hati. SALAM menjadi media yang bisa meyakinkan dan mengajak para pembacanya untuk berpedoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengaplikasikannya dalam pelaksanakan kehidupan sehari-hari.

SALAM tampil dengan wajah menarik dan penuh warna, hadir dengan bahasa yang populer, mudah dipahami dan dapat menembus semua lapisan masyarakat. Kehidupan pers di Bandung dan Jawa Barat lebih semarak dengan terbitnya SALAM dan beberapa media cetak Islami disamping surat kabar umum yang sudah ada sebelumnya.

Di awal penerbitannya SALAM didirikkan dan diasuh oleh para jurnalis muda yang konsen terhadap media Islam, seperti Syaifullah Sirin, Miftah Faridl, A Ruhendi Saefullah, Alex Sobur, Muhammad Ubaydillah Salman, Saud Effendie, Septiawan Santana dan Deddy Mulyana yang sedang menimba ilmu di Negeri Paman Sam.

Kini para perintis Lembaran Jum’atan SALAM yang berformat tabloid itu menjadi tokoh, jurnalis, pakar komunikasi, penulis buku best seller dan akademisi, guru besar (profesor) di beberapa perguruan tinggi di Bandung. Seperti Dr.KH.Miftah Faridl, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) juga mengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB). Prof. Dr. H Aceng Ruhendi Saefullah, Guru Besar Linguistik Forensik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung). Prof Dr Deddy Mulyana MA, PhD Guru Besar Ilmu Komunikasi dan pernah menjadi Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad). Drs. Alex Sobur Msi, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fikom Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Dr. Septiawan Santana Kurnia, mantan Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) dan beberapa nama besar yang tak asing lainnya yang meniti karier dan bergabung dengan SALAM.

Tokoh Mimbar Prof Drs Ahmad Sadali. Prof Ahmad Sadali dikenal sebagai ulama dengan pembawaan yang tenang dan penyampaian dakwahnya yang lembut, mampu menyejukkan hati dan mendinginkan kepala. Dikenal sebagai seorang intelektual karena pemikirannya orisinal. Dikenal sebagai seniman karena seringkali melakukan terobosan penting dalam seni lukis Indonesia.

Ahmad Sadali merampungkan pendidikannya di Universiteite Leergang Voor Tekenleraren (Kini Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB) pada tahun 1953. Departement of Fine Arts, State University of Iowa, Columbia University of New York City, Art Student League New York City. Sekembali dari Amerika Serikat tahun 1958 Ahmad Sadali mengabdikan diri di almamaternya ITB sebagai staf pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain, FSRD ITB. Ahmad Sadali pergi ke khadirat Illahi di suatu shubuh tanggal 19 Desember 1987.

Rosulullah Muhammad mengubah penghambaan kepada sesama dan mengubah kebiasaan masyarakat jahiliyah. Kunci keberhasilan dakwah Muhammad yaitu keikhlasan niat plus keprimaan menguasai medan yang dihadapi. Rasullullah bukan sekadar melakukan perubahan kultural tetapi menyangkut tata nilai kehidupan manusia. Sikap tawakal yang total kepada Allah SWT, serta kebijaksanaan dalam dakwahnya. Kejituan strategi dan taktik dakwah memegang peranan penting dan semuanya sukses dilakukan oleh Muhammad SAW.

Musibah dan Tabiat Manusia

Peristiwa dahsyat terjadi di tanah air yaitu kejadian maut tabrakan kereta api di Bintaro Jakarta. Peristiwa kecelakaan ini merenggut banyak korban, 150 orang meninggal dan 20⁹0 orang luka parah. Peristiwa tersebut dalam Islam disebut “musibah”.

Dalam kehidupan manusia di dunia sering terjadi ditimpa musibah, baik menimpa musibah secara sendiri-sendiri, keluarga, kelompok tertentu maupun seluruh manusia. Tiap musibah tentu ada penyebabnya, mungkin karena lalai, kurang teliti, tidak peduli dan sebagainya. Dalam menghadapi semuanya kita harus bersyukur, ridho dan sabar dalam menghadapinya.

Kisah Pemuda Kahfi

Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang pemuda yang bukan sembarang pemuda biasa. Siapakah gerangan para pemuda itu ? Mereka adalah sekelompok anak muda di Ephesus (Romawi). Mereka termasuk pemuda yang kreatif, dinamis, enerjik dan revolusioner. Hidup di zaman Raja Decius yang zalim dan syirik dan seperti yang dikisahkan Al-Qur’an mereka adalah pemuda yang beriman kepada Allah, meski tinggal di istana sebagai anak para pembesar kerajaan. Al Kahfi pada zaman Nabi Muhammad SAW merupakan lambang Harokah Islamiyah, suatu gerakan Islam tempat pembinaan dan pengkaderan.

Pemuda KADER (Kreatif-Aktif-Dinamis-Enerjik-Revolusioner). Firman Allah “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Robb mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (QS Al-Kahfi ayat 13).

Malcom X.

Balada Seorang Pejuang Islam Amerika. Malcolm X terlahir sebagai Malcolm Little di Rumah Sakit Omaha pada tanggal 19 Mei 1925. Ayahnya seorang Pendeta Baptis bernama Earl Little seorang penggerak UNIA (Universal Negro Improvement Association). Dibanding tokoh kulit hitam lainnya seperti Martin Luther King Jr, pahlawan Negro Amerika Serikat, Malcolm X juga berjasa meningkatkan harkat martabat dan derajat Kaum Negro. Malcolm sangat berjasa dalam penyebaran Islam di kalangan kulit hitam Amerika Serikat. Malcolm X tewas ditembak pada 21 Februari 1965 ketika pidato pada pertemuan organisasi orang-orang kulit hitam Amerika Serikat di sebuah gedung di Harlem, AS. Pembunuhan itu didalangi oleh The Nation of Islam, meskipun pemimpinnya Elijah Muhammad menyangkal keras organisasi yang dipimpinnya terlibat pembunuhan tersebut.

Hal Ihwal

KH. Athian Ali M Da’i MA.Wajahnya lembut ke Arab-Araban, namun mengesankan kekukuhan dan kekokohan dalam memegang prinsip. Bila di mimbar pembawaannya tenang, membawa hadirin tetap mengikuti untaian ceramah yang disampaikannya, itulah KH Athian Ali Da’i MA. Jadwal dakwah dan ceramahnya cukup padat. Kelahiran Bandung 4 Juli 1951, sebagai dosen tetap di Universitas Islam Bandung (Unisba), A2B, Unpad dan ITB. Juga menjabat sebagai sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) dan anggota Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Jawa Barat (LPTQ Jabar).

Ir H Bambang Pranggono

Setumpuk pekerjaan dan jabatan dipegang oleh Ir H Bambang Pranggono kelahiran Yogyakarta 19 Desember 1948. Ia adalah Dekan Fakultas Teknik Unisba, Kepala Pusat Bantuan Teknik Unisba, Dosen Studio Unisba, Dosen Agama Unisba, Kepala Konversi Kurikulum Unisba, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM Unisba) dan Ketua Panitia Milad Pelantikan Sarjana dan Program Pesantren Sarjana Unisba. Setumpuk tugas dan padat pekerjaannya tidak menghalangi tugas pokoknya yaitu Dakwah.

Alumnus Arsitektur Institut Teknologi Bandung tahun 1974, kegiatannya sangat sibuk sebagai Ketua Persatuan Sarjana Arsitektur Indonesia Jawa Barat, Ketua Dewan Pembina Yayasan Istiqomah dan Ketua Yayasan Al-Amanah Sumbersari, Bandung. Juga dipercaya sebagai Ketua Departement Real Estate Kadin Jawa Barat, Wakil Sekjen REI Jabar dan memimpin berbagai proyek.

Dengan mengulas Lembaran Jum’atan SALAM semoga membuka kembali kenangan indah dunia pers Islam dan mengobati kerinduan akan kehadiran media cetak bernuansa religi.*

Kin Sanubary, kolektor, pendiri dan pengelola Rumah Media Lawas, bermukim di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Leave a Response