Opini

Teknologi dan Media Sosial

420views

Kolom Mahasiswa
Oleh Raisya Muhammad Ikhsan

MANUSIA adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Manusia perlu berkomunikasi dan berinteraksi serta menjalin hubungan secara langsung dengan sesama. Namun di era yang serba modern ini, zaman dan teknologi telah mengubah pola kehidupan sosial dalam bersosialisasi dan bermasyarakat.

Teknologi yang berkembang sangat cepat ternyata memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan tatanan sosial di zaman serba digital ini.

Hadirnya media sosial dan alat komunikasi yang efektif seperti gawai atau telepon genggam merupakan faktor terbesar yang menyebabkan perubahan sosial di masyarakat. Adanya handphone justru membuat manusia lebih terlihat individualis dan egois. Melakukan interaksi sosial secara langsung lebih dikonotasikan sebagai kegiatan yang ketinggalan zaman, ribet, memalukan dan membuang-buang waktu. Mereka lebih cenderung memilih untuk menghabiskan waktunya di media sosial sebagai alat berkomunikasi yang lebih manarik atau efisien.

Media sosial adalah medium perangkat lunak nonjurnalistik berbasis internet yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk berkomunikasi, berinteraksi, berdiskusi, berekspresi, dan berbagic melalui segala bentuk dan jenis pesan teks verbal, visual, audio, serta video secara virtual (A.S. Haris Sumadiria, 2020: 140).

Padahal, secanggih apa pun teknologi di era digital sekarang, kontak fisik atau bercengkrama secara langsung dengan seseorang adalah hal yang harus dipenuhi agar kebutuhan sosial kita terpenuhi. Komunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan waktu yang bersamaan mampu menciptakan emosional yang jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan interaksi secara virtual melalui sosial media. Manusia juga memerlukan bantuan dari orang lain, salah satunya adalah bantuan secara fisik maupun psikis dari orang lain.

Penggunaan media sosial mampu membawa perubahan sikap dan perilaku seseorang. Dengan hadirnya media sosial, orang menjadi lebih jarang berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya. Orang akan lebih tertarik melihat gawai mereka karena rasa ketidaktertarikannya untuk berbincang dengan orang lain. Bahkan sebagian orang rela menghabiskan waktunya memakai gawai mereka yang mungkin sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk dirinya. Terlalu fokus memakai gawai di tempat umum juga bisa membuat penggunanya terancam berbagai ancaman kejahatan disekitarnya.

Namun di sisi lain, teknologi juga menjadi sumber manfaat. Dengan adanya media sosial, seseorang dapat mengirim atau menerima informasi juga berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Namun kembali lagi kepada pengguna media sosial tersebut. Seharusnya pengguna gawai dan media sosial mampu mempertimbangkan setiap tindakannya sebelum menggunakan teknologi canggih yang akan mereka pakai.

Sebaiknya pengguna media sosial mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan media sosial. Ketika sedang bercengkrama dengan orang lain, seharusnya kita mampu menahan untuk tidak bermain gawai atau media sosial terlebih dahulu. Itu merupakan bentuk apresiasi terhadap lawan bicara kita dan sebagai bentuk penghargaan kepadanya. Ketika sedang berada di khalayak umum, mengurangi penggunaan media sosial lebih baik untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga. Terkecuali jika ada situasi penting yang memaksakan kita untuk membuka media sosial.*

Raisya Muhammad Ikhsan, Mahasiswa Ilmu Komunikas FISIP Universitas Pasundan, tinggal Kota Bandung.

Leave a Response