Kolom Sosial Politik

Bukan Emas Tapi KUNINGAN

88views

 

Oleh Ridhazia

Pegadaian mengatakan hasil pemeriksaan emas 100 gram milik jemaah haji asal Makasar yang viral merupakan emas imitasi dari bahan kuningan.

Bedanya jelas…

Secara fisik, emas asli dan kuningan berbeda. Yang paling sederhana mengetahui perbedaan keduanya bisa mengujinya dengan menggosokkan keduanya pada keramik. Emas asli jika digosok akan meninggalkan bekas keemasan pada keramik. Sedangkan kuningan akan menyisakan bekas seperti kehitaman.

Meski sepintas warna serupa, emas dan kuningan berbeda. Emas asli lebih berkilau ketimbang kuningan. Pasalnya, kuningan adalah logam campuran tembaga (Cu) dan seng (Zn). Tembaga menjadi campuran utama dari kuningan.

Emas kata para bijak

Emas sering digunakan sebagai instrumen investasi karena bernilai tinggi dan cenderung stabil. Tapi juga emas menjadi perumpamaan dikalangan bijak. Sebab dalam kehidupan sehari-hari, emas menyimbolkan kekayaan, kemakmuran, rezeki berlimpah hingga sebagai simbol kesetiaan.

Topeng emas menyembunyikan semua cacat, kata Thomas Dekker. Tetapi, emas murni dikenali ketika diuji, tambah Leonardo da Vinci. Itu sebabnya Mark Twain mewanti-wanti
Kalau “bijih besi tidak dapat dididik menjadi emas.”

Plato lebih jauh lagi mengubah kesadaran dari perumpamaan emas. “Semua emas yang ada di bawah atau di atas bumi tidak cukup untuk diberikan sebagai ganti kebajikan.”
* Ridhazia, dosen senior Fidkon UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Coleunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response