Kolom Sosial Politik

Ketika Memilih LEGOWO

113views

 

 

Oleh Ridhazia

Presiden Joko Widodo menjenguk cendekiawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun ke RSUP Dr Sardjito,Yogyakarta, tempat Cak Nun dirawat. Selama sekitar 15 menit, Jokowi bertemu dengan istri Cak Nun, Novia Kolopaking serta anak Cak Nun, Sabrang Mowo Damar Panuluh.

Budayawan sekaligus cendekiawan muslim Emha Ainun Nadjid dilarikan ke Rumah Sakit Sardjito, pada Kamis (6/07) pagi. Tim dokter kemudian melakukan operasi di bagian kepala. Sejak itulah pria berusia 70 tahunan itu dalam perawatan dan kesehatannya berangsur membaik.

Empati

Setiap pasien yang sedang sakit, pasti membutuhkan obat untuk membantu proses penyembuhannya. Tapi perawatan dengan mengandalkan obat saja tidak cukup. Untuk mempercepat sang pasien cepat pulih dari penyakitnya kehadiran para penjenguk sangat dianjurkan.

Menjenguk orang sakit adalah bentuk dari perhatian. Sebuah pilihan untuk berempati kepada sesama manusia dengan tujuan untuk melihat kondisinya, menghiburnya, dan memberikan doa untuk kesembuhan orang sakit. Terutama ketika bisa memahami perasaan atau masalah orang lain serta berpikir dengan sundut pandang tentang berbagai hal. Tak kecuali beban yang harus ditanggung keluarga.

Ajaran Islam sangat menyarankan. Bahkan telah menjadikannya sebagai hukum. Menjenguk orang sakit adalah sunnah, sebagaimana salah satu riwayat Al-Barra Ibnu Azib yang menyatakan bahwa Rasulullah saw memerintahkan untuk mengiringi jenazah dan menjenguk orang sakit.

Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit maka berserulah seorang penyeru dari langit (Malaikat), “Bagus engkau, bagus perjalananmu, dan engkau telah mempersiapkan tempat tinggal di dalam surga (HR Tirmidzi).

Legowo

Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun pernah diberitakan dan mengatakan dirinya legowo karena ucapannya soal Jokowi dan Firaun

Bahkan Sang Budayawan menerima segala hinaan yang dialamatkan kepadanya usai heboh potongan video menampilkan dirinya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Firaun.

“Saya tidak marah kepada siapa pun yang menghina saya, yang merendahkan saya,” kata Cak Nun di tengah acara Mocopat Syafaat dan Tawashshulan di Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY, Selasa (17/1) malam. *

  • Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response