Kolom Sosial Politik

Kesalehan Para PEBOLA

88views

 

Oleh Ridhazia

Ketika kaum sekular cenderung menganggap agama sebagai tahayul primitif, ternyata ramalan itu keliru. Justru kesadaran baru akan spiritualitas dan kehidupan batin semakin berkembang dan meluas. Malah menjadi kebutuhan penting yang tidak dapat disingkirkan. Tak kecuali dalam even pertandingan sepakbola kelas dunia seperti yang terlihat dalam berbagai selebrasi.

Penonton kerap menyaksikan bagaimana para pebola memulai pertandingan melakukan berbagai “ritual”. Misalnya berdoa bersama, membuat tanda salib ketika memasuki atau keluar dari lapangan atau bersujud di lapangan setelah mencetak gol. Selain mencium bola dan menyentuh tanah. Semua itu menjadi keniscayaan bagaimana para profesional itu mencairnya kesadaran akan adanya kekuatan pengatur di luar kemampuan manusia semata.

Mungkin masih ingat, gol yang kerap disebut sebagai gol “Tangan Tuhan” yang terjadi tanggal 22 Juni, 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Ketika itu Diego Maradona (1969-2020) dari Argentina memasukan bola dengan sentuhan tangan ke gawang Inggris pada menit 5. Momentum itu telah mengantar Argentina juara dunia.

Kekuatan gaib

Kejadian di lapangan hijau bukan kali ini terjadi. Tetapi sudah tumbuh dan melekat dalam kebudayaan manusia. Ritual itu diserupakan dengan okultisme. Yakni suatu ajaran yang mempercayai adanya kekuatan gaib yang tersembunyi dalam benda atau roh tertentu. Para saintist menyebut kekuatan itu sebagai “Zat Maha Cerdas”, dan para agamawan menyebutnya sebagai Tuhan. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Leave a Response