Kolom Sosial Politik

Beginilah SANG POLITISI

50views

 

Oleh Ridhazia

Kalau melihat perilaku politisi di layar kaca selama era kampanye pilpres 2024 sepintas mereka begitu antusias. Senyumnya melebar. Tidak tampak kelelahan. Enerjinya melimpah.

Senyatanya tidak demikian. Hidup para politisi itu sesungguhnya dalam keadaan selalu tertekan. “Seminggu adalah waktu yang lama dalam politik” kata Harold Wilson (1916-1995) politisi sekaligus Perdana Menteri Inggris Raya.

Sang politisi juga kerap dibayang-bayangi dosa sendiri. Terutama kesalahan dan kekeliruan atas janji manisnya sebagaimana pernah diakui politisi ulung dunia dari berbagai aliran politik berbeda.

Adalah Reinhold Niebuhr (1892-1971). Sang teolog itu melihat politik dari perspektif agama berpendapat bahwa tugas politik itu dunia penuh dosa.

Salah satunya dinyatakan secara jujur kepada media oleh politisi asal Jerman Joseph Schumpeter (1883-1950). Katanya : “Ketika politik mengajarkan bahwa tugas politikus sesungguhnya melaksanakan kehendak rakyat, namun yang terjadi mereka hanya mementingkan dirinya sendiri.”

Hal serupa juga dikemukakan oleh politisi partai komunis era Uni Soviet Nikita Krushchev (1894-1971) bahwa politisi semuanya sama. Suka berbohong dan berbohong : “Mereka berjanji untuk membangun jembatan, meski tidak ada sungai.”

Pengakuan itu berkesesuaian dengan pernyataan dari profesor Austin O’Malley (1858-1932) dari Universitas Notre Dame yang berpendapat bahwa seorang politikus itu seperti air raksa: ” Jika Anda mencoba untuk menyentuh dia, Anda tidak akan menemukan apa pun di baliknya”. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di di Vila Bumi Panyawangan, Cileuynyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response