
Oleh Ridhazia
Meluangkan waktu ke acara reuni, karena reuni itu memang perlu. Tapi meluangkan waktu ke acara pertemuan teman sekolah atau kuliah kerap terkendala untuk datang. Alasannya rupa-rupa. Antara lain kesibukan berkarir karena masih bekerja hingga urusan keluarga atau faktor kesehatan yang relatif mundur karena faktor umur.
Tapi di era virtual tidak ada alasan untuk tidak ikut reuni. Khusus yang tidak datang tapi ingin mengobati rasa kangen dan membangkitkan nostalgia, toh kehadiran secara virtual tidak mengurangi kehangatan. Terutama untuk memberi dukungan emosional. Terlebih ketika reuni memasuki fase empty nest, yaitu usia pensiun.
Kesaksian akademik melalui riset psikologi membuktikan kalau reuni sebagai pengalaman nostalgia dapat memperkuat jalinan ikatan dengan orang lain (social bonding) dan menambah percaya diri seseorang. Terutama seseorang yang merasa kesepian. Bahkan tidak berharga lagi di usia senja.
Reuni Virtual saja
Kendala tidak hadir bereuni itu kini terpecahkan melalui reuni virtual. Salah satu aplikasi online yang belakangan lazim digunakan untuk berbagi kangen sebagaimana reuni yakni zoom dengan menggunakan perantara internet, gawai, smart TV dan aplikasi lain.
Reuni virtual yang disinonimkan reuni maya tak akan mengurangi kesan. Mungkin hanya mirip tapi seperti nyata. Toh masih pertemuan berbasis teknologi masih bisa bersuara, semisal cekikikan teman. Juga bisa mengenal wajah-wajah yang mungkin sudah berubah dan tidak dikenali lagi melalui video, dan bahkan teks khusus sebagai permulaan panggilan lainnya khusus untuk teman yang juga khusus.
Reuni virtual sesungguhnya komunikasi langsung tapi tanpa bertemu secara nyata, hanya mirip seperti nyata. Itu sebab, dalam keterbatasan kuota dan waktu pilih dan pilah informasi yang membuat suasana reuni cair, antara lain menghindari komunikasi hanya satu atas satu teman lain, penggunaan gelar, jabatan atau apa saja yang tidak relevan dalam hubungan persahabatan sejati.*
*Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis yang masih menyempatkan diri hadir dalam acara reuni faktual atau virtual, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


