Kolom Sosial Politik

Ujungnya sih BARGAINING!

51views

 

Oleh Ridhazia

Saya menduga para tokoh politik tengah bargaining politik. Keniscayaan tawar -menawar kekuatan (power) dan posisi (positional) ini menjadi watak berpolitik di negeri ini menyusul ide hak angket.

Kesepakatan politik dibingkai dengan alasan mengurangi konflik yang berkepanjangan. Ketimbang harus bermusuhan dan tidak menghasilkan keuntungan (zero-sum) apa pun. Apalagi kalau memilih beroposisi.

Bargaininglah!

Biasanya dalam bargaining terjadi tawar-menawar posisi untuk memberikan dan/atau meminta konsesi tertentu sampai kesepakatan tercapai. Bukan mustahil antar-pihak mencoba untuk mencarikan posisi yang pantas dan mengurangi perselisihan.

Untuk bisa mengambil posisi, bukan saja memberikan argumentasi, juha membuat konsesi untuk mencapai kompromi,” tulis Roger Fisher, William Ury, dan Bruce Patton dalam teks negosiasi klasik dalam buku “Getting to Yes: Negotiating Agreement Without Giving In”. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial-politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response