KampusianaSekolasiana

Lab Simulai Fikom Unisba Adakan Pelatihan ‘Sekolah Kebangsaan’ untuk Pemilih Pemula

304views

METRO BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Laboratorium Simulasi Fikom Unisba (Universitas Islam Bandung) menggelar pelatihan ‘Sekolah Kebangsaan’ di SMK ICB Cinta Niaga, Rabu (8/2). Acara ini diikuti seratus orang siswa kelas XII yang merupakan calon pemilih pemula pada Pemilu 2024 mendatang. Sekolah Kebangsaan adalah sebuah kegiatan yang diprakarsai Tular Nalar Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), sebuah organisasi independen yang berfokus pada literasi digital.

Tahun 2022-2023 Tular Nalar  sebagai inisiatif literasi digital yang didukung Google.org mempunyai dua program unggulan, yakni Akademi Digital Lansia yang membidik sasaran para lansia dan Sekolah Kebangsaan dengan sasaran peserta para pemuda yang menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang. Jangkauan kegiatan Tular Nalar tahun ini di 37 provinsi di tanah air dan oleh beberapa mitra Mafindo, seperti JRKI dan komunitas digital, kalangan kampus seperti Fikom Unisba, dan mitra  lainnya yang berjejaring dengan Tular Nalar Mafindo.

Wakasek Kurikulum SMK ICB Cinta Niaga Bapak Candra Satria, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena merupakan bagian penting dari proses demokrasi siswa. Juga sebagai salah satu alternatif model pembelajaran di kelas sehingga siswa tidak jenuh. Ia pun berharap acara serupa bisa dilaksanakan di berbagai sekolah menengah atas yang ada di Kota Bandung.

Sementara itu Tim Tular Nalar sekaligus Kasi Lab. Simulasi Fikom Unisba DR. Rita Gani, M.Si mengatakan bahwa para siswa yang pada pemilu tahun 2024 nanti akan menggunakan hak pilihnya pertama kali, perlu mendapatkan pengetahuan dan wawasan demokrasi sehingga nantinya bisa memilih kandidat pemimpin yang dipercaya dan tidak menjadi generasi muda apatis karena suara mereka ikut menentukan arah demokrasi bangsa ini.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung seru dan dinamis. Para siswa yang berjumlah 105 orang dibagi ke dalam 10 kelompok dan masing-masing kelompok ditemani seorang fasilitator yang menyampaikan materi. Ada empat segmen dalam sesi pelatihan ini, yakni segmen partisipasi ‘saya’, menjadi pemilih kritis, periksa fakta bagi pemula dan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas. Setiap segmen ditutup dengan kata kunci yang menjadi perenungan bersama.

Penanggung jawab acara Eva Nurseha, M.Ikom menjelaskan bahwa para fasilitator  merupakan asisten laboratorium Simulasi Fikom Unisba yang sebelumnya sudah mengikuti berbagai rangkaian simulasi (TOT) sehingga bisa menyampaikan materi secara baik.

Sepanjang durasi 180 menit pelatihan, para siswa bisa mengikuti secara aktif dan bisa memberikan pendapatnya dengan baik. Mereka juga antusias ketika mengikuti segmen periksa fakta melalui berbagai aplikasi dan website periksa fakta. Antusiasme ini disampaikan salah seorang peserta pelatihan Mutia di sesi penutupan acara. Ia merasa senang mengikuti pelatihan ini. Bukan hanya karena materinya yang menarik dan menerima pengetahuan baru tetapi juga karena disampaikan oleh akang teteh mahasiswa dalam kelompok kecil sehingga gampang dimengerti.

Selain itu diselingi game atau ice breaking yang asyik sehingga tidak membosankan. Ini merupakan salah satu  sisi positif dari  bentuk pelatihan micro teaching, di mana 100 orang peserta dibagi ke dalam 10 kelompok kecil dan ditemani seorang fasilitator. Diharapkan usai mengikuti pelatihan Sekolah Kebangsaan ini, para siswa yang merupakan digital citizenship ini memiliki konsep demokrasi yang baik dan menjadi ujung tombak nilai-nilai negara di dunia digital.(ask/bp)

 

 

 

 

 

 

Leave a Response