Kolom Sosial Politik
Oleh: Ridhazia
BERBAGI kebahagiaan dan pamer memang beda tipis. Padahal sesungguhnya bisa seperti “api yang perlahan memakan kayu”. Itu kata-kata seorang bijak
Dan, kata-kata itu terbukti benar. Sejumlah istri dan anak-anak pejabat yang suka mengunggah foto dan video pamer barang mewah toh gilirannya sang ayah dan suami harus berurusan dengan penegak hukum. Dipertanyakan asal-usul kekayaannya.
FLEXING!
Dalam bahasa gaul, pamer di media sosial itu populer disebut FLEXING. Yakni mendemonstrasikan sesuatu yang dimiliki kepada teman sepergaulannya. Other than showing off!
Tapi tidak demikian di mata sang bijak. Katanya, selain pamer tak lebih sebagai ide yang konyol untuk sebuah kemenangan, ia juga mengatakan kalau “di atas langit masih ada langit”.
Malah belajarlah dari langit, kata sang bijak, langit saja tak butuh pengakuan dan tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi.*
Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Panyawangan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.





