Kolom Sosial Politik
Oleh Ridhazia
FOF — firehose of falsehood — yakni pertempuran di dunia siber (cyber war). Perang terbaru dan moderen ini yakni sebuah gabungan antara perang elektronik, perang siber dan operasi psikologis.
Para ahli strategi perang informasi dalam pertempuran kali ini akan mengolah informasi dan mengubah informasi menjadi amunisi. Selanjutnya amunisi itu digunakan memanipulasi dan mengacaukan suatu negara atau bangsa.
Selain membuat lawan tersesat dalam kekacauan dan kepalsuan informasi dengan berita-berita bohong alias hoaks. Sekaligus publik dipaksa menelan pil pahit propaganda negatif. Sulit menemukan lagi mana berita yang sesungguhnya terjadi, dan mana yang dipalsukan.
Kata Gerbner!
Perang ala FOF dilakukan untuk mempersepsikan kalau “dunia lebih kejam” dari yang sebenarnya sebagaimana pernah dikemukakan Profesor George Gerbner(1919-2005) pada tahun 1960-an.
Guru Besar pada Temple University, Villanova University, dan University of Pennsylvania ini meyakini FOF merupakan kelanjutan apa yang disebut sindrom dunia (mean world syndrome) akibatkonten kebohongan di media massa.*
Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhati komunikasi sosial-politik, bermukim di Panyawangan, Kabupaten Bandung.





