Kolom Sosial Politik

Pemeo BOLA ITU BULAT

47views

 

Oleh Ridhazia

Pemeo ” bola itu bulat” menggambarkan sulitnya menebak hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola, dan terbukti ampuh mengubah skuad Garuda.

Timnas Indonesia yang semula akan angkat koper dari Piala Asia AFC 2024 di Qatar justru menorehkan sejarah baru. Untuk kali pertama Indonesia lolos dari babak 16 besar piala kehormatan sebenua Asia setelah sebelumnya gagal pada empat kesempatan pada tahun 1996, 2000, 2004, dan 2007.

Keajaiban pencapaian timnas Indonesia sebagaimana pemeo muncul pada menit ke-80 saat Kirgistan menyamakan skor 1-1. Sebelumnya Oman unggul 1-0 pada menit kedelapan lewat Muhsen Al-Ghassani

Optimisme!

Pemeo itu menyiratkan sebuah ikhtiar dalam mengubah nasib. Memberi ruang untuk selalu optimis. Terbuka untuk semua kemungkinan meraih sukses. Meski sekecil apa pun peluangnya.

Makna pemeo “bola itu bulat” memang senyatanya bola itu bulat. Tak bersudut. Bagian mana pun bisa menjadi pangkal dan ujung.

Dalam bahasa Indonesia pun bundar sering tertukar dengan bulat. Bahkan banyak yang menganggap bahwa bulat dan bundar adalah sama.

Padahal di antara keduanya memiliki perbedaan yang paling mendasar. Bulat membentuk tiga dimensi, sedangkan bundar berbentuk pipih. Sebatas lingkaran saja.

Latihan!

Optimisme bulatnya bola pernah dilukiskan puisi pemain legendaris asal Belanda Johan Cruyff (1942-2016) — yang dikutip dari pengantar buku Sindhunata berjudul ‘Bola di Balik Bulan’ — antara lain : “In each game there only three minutes and those of course subdivided into moments that really matter. In three minutes you win or lose”

Semua peluang menjadi pemenang bergantung pada latihan yang tekun dan berulang-ulang. “Semuanya adalah tentang latihan.” kata legenda bola asal Brazil Pele (1940-2022)

Pernyataan itu diamini Diego Maradona (1960-2020). Kata legenda dunia asal Argentina “keberhasilan itu kerja keras. Keberuntungan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan.”

“Saya tidak bisa tinggal di dalam kotak dan menunggu bola” ujar pebola berkelas asal Perancis Thierry Henry tentang rahasia menjadi bintang di rumput hijau perebutan piala dunia. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response