
Oleh Ridhazia
Albania merupakan negara pertama di dunia yang menganut paham Atheisme. Saat itu negara di Eropa Tenggara di bawah kekuasaan diktator Enver Hosya (1908-1985) yang sangat setia pada filsafat Stalinis.
Perubahan politik dari sekuler menjadi negara beragama sekaligus menjadi inspirasi bagaimana kaum agamawan melawan kekuasan anti-agama. Sebuah kontroversi yang dicatat dalam sejarah di Bumi sebagai titik balik yang mengagumkan.
Kekaisaran Ustmaniyah
Dua abad sebelum masehi negara ini pernah ditaklukkan oleh bangsa Romawi. Selama berabad-abad di bawah kekuasaan kekaisaran Byzantium. Sedangkan Kesultanan Utsmaniyah berkuasa antara 1385-1912. Saat itulah ajaran Islam berkembang pesat dan menjadi agama mayoritas.
Eksekusi tokoh agama
Tapi memasuki era sang diktator berkuasa selama 40 tahun secara paksa menyingkirkan agama dan pemimpin negara memilih kehidupan sekuler. Tokoh agama yang dianggap membangkang dieksekusi, dan puluhan ribu lainnya dipenjarakan di kamp kerja paksa. Bahkan dibunuh.
Bahkan sejumlah bangunan masjid sepeninggal era kesultanan Utsmaniyah dan sejumlah gereja disita oleh negara kemudian diubah menjadi gedung hiburan.
Albania Sekarang
Jika sebelum rezim komunis berkuasa sedikitnya 28 masjid di ibukota negara Tirana, kini hanya tersisa delapan buah masjid. Demikian juga gereja dan tempat ibadah ajaran lokal.
Kini Albania mengalami titik balik sejarah. Ajaran Islam masih mendominasi. Penduduk negeri ini kini dikuasai mayoritas muslim (58,2%). Masjid hampir ada di setiap sudut desa. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
[


