
Oleh Ridhazia
Tarsum (41) tega membunuh dan memutilasi Yanti (40). Lantas ia menjajakan jasad istrinya yang sudah terpotong-potong keliling kampung di Ciamis, Jawa Barat.
Kasus yang tak kalah tega ketika seorang polisi tega menghabisi kedua buah hatinya, dan memotong tubuh anak-anaknya menjadi beberapa bagian berserakan di atas tempat tidur pada kejadian tahun 2016.
Apa itu mutilasi?
Mutilasi itu memotong-motong tubuh mayat manusia. Tindakan kejam itu lazim terjadi sebagai akumulasi rasa balas dendam antara pelaku dan korban.
Para pelaku menghabisi korban bukan sekadar menghilangkan nyawa. Tetapi juga menyayat dan memilih-milah tubuh korban menjadi beberapa bagian kecil-kecil.
Semua itu dilakukan dengan modus menghilangkan jejak dan identitas korban pembunuhan.
Narsistik!
Individu yang narsistik mempunyai harga diri yang tidak stabil, sensitif terhadap penghinaan pribadi, seperti cemoohan atau kritik. Ia mempunyai perasaan harga diri ( self-worth) dengan superioritasnya yang sangat tinggi.
Secara spesifik, dalam individu dengan harga diri yang terlalu tinggi rentan untuk marah dan sangat agresif ketika citra dirinya yang tinggi terancam.
Kerentanan terhadap ancaman konsep-diri itulah pada gilirannya menjadi ancaman perilaku agresif. Sebab narsisme berkaitan dengan emosi yang mudah berubah-ubah dan reaksi-reaksi yang intens. Termasuk marah dan mengamuk (Benjamin, dan Valentine, 2006). *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.



