Kolom Sosial Politik

Ada Juga Kangen Di MEDSOS

145views

 

Oleh Ridhazia

Pertemanan di media sosial konon sudah melampaui kebiasaan pertemanan langsung. Sebuah riset (2015) menemukan fakta kalau kenyamanan berteman digital sudah  dalam kisaran 54,8%. Meninggalkan relasi langsung yang hanya 44,1%. Saat ini, 95% remaja remaja di muka Bumi memiliki akses ke ponsel cerdas, dan 45% mengatakan bahwa mereka hampir selalu online.

Studi ini juga menemukan fakta kalau pertemanan di media tak kalah indah, tak kalah mengangenkan jika sudah lama tak saling menyapa atau disapa. Ada perasaan kesepian dan kesendirian.

Murah meriah

Diduga pergeseran dari pertemanan langsung ke pertemanan di media sosial karena dianggap lebih memberi kemudahan dan murah meriah.

Meski tidak interaksi langsung tapi dianggap lebih praktis. Di luar kebiasaan lama, pertemanan baru berbasis gadget ini jarak juha bukan masalah. Bisa menjangkau siapa saja, dimana saja dan kapan saja.Bahkan untuk memilih dengan siapa harus berinteraksi.

Jangan lupa keluarga dan tetangga…

Meskipun kehadiran gadget mampu mempermudah komunikasi,  saat menggunakannya terlalu sering akan membuat interaksi di dunia nyata menjadi berkurang.

Terlalu fokus pada dunia maya, komunikasi bersama keluarga dan orang terdekat menjadi berkurang. Penelitian sudah memprediksi interaksi di media sosial akan membentuk gangguan antisosial secara tidak langsung. Bahkan gangguan relasi dalam keluarga.

Ada kekhawatiran, kebiasaan bergadget sejak usia dini berdampak buruk terhadap perkembangan psikologi anak dan pertumbuhan fisik. Juga kognitif, moral, emosional, kesehatan, dan seksual. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik yang selalu merasa kangen bertemu cucunya melalui media sosial, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response