
Oleh Ridhazia
Kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan menjadi kenyataan setelah kurang lebih 7 tahun molor dan tersendat biaya. Direncanakan pada 18 Agustus 2023 moda transportasi darat paling moderen di negeri ini akan dioperasionalkan.
Gratis
Setelah soft operation pada 18 Agustus 2023 nanti, Presiden Jokowi memberikan kesempatan rakyat menjajal pengalaman baru naik kereta cepat secara gratis hingga Oktober 2023. Tapi rencananya hanya diprioritaskan untuk penduduk di sekitaran perlintasan KCJB yakni dari Stasiun Halim sampai Stasiun Tegalluar. Rencana penggratisan sebagai hadiah ulangtahun ke-78 Kemerdekaan RI.
Perjalanan singkat dari ibu kota ke Bandung dan sebaliknya akan menjadi pengalaman baru. Pasalnya kecepatan KCJB luar biasa dari kecepatan kereta api yang sudah ada yakni dalam waktu perjalanan 36 hingga 44 menit dan melaju dalam jarak 142,3 kilometer. Terkait rute yang akan dilewati KCJB ada empat stasiun pemberhentian, yaitu Halim, Karawang, Walini, serta Tegalluar.
Setelah masa berlaku tiket gratis habis, publik sudah harus antri membayar dengan harga tiket sekitar sekitar Rp 237.824 – 300.000 untuk penumpang kelas 2 (second class).
Lebih cepat dari Shinkansen
Negara yang memiliki kereta cepat sebelumnya adalah Jepang dengan nama Shinkansen. Melansir japanesetrain.com, Shinkansen adalah kereta cepat Jepang yang populer di dunia. Perlintasan pertamanya yaitu dari Tokyo menuju Osaka pada 1 Oktober 1964.
Secara teknis kereta cepat buatan Cina yang digunakan KCJB lebih baik dan generasi terbaru dibandingkan Shinkansen. KCJB berbahan bakar listrik, dengan daya yang dibutuhkan sebesar 9750 kW untuk setiap rangkaian dengan 8 gerbong.
Untuk diketahui
Untuk diketahui, komposisi pembiayaan proyek ini adalah 75% berasal dari pinjaman melalui China Development Bank (CDB) dan sisanya merupakan setoran modal dari konsorsium dua negara yaitu Indonesia-China. Pembagiannya, konsorsium BUMN Indonesia menyumbang 60% dan 40% berasal dari konsorsium China.
Proyek KCJB pertama dimulai pada 21 Januari 2016. Sebelumnya, rencana proyek KCJB ini telah disampaikan oleh pemerintah pada bulan Juli 2015 silam. Jika semula proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2018, ternyata target tersebut tidak tercapai dan pernah molor. *
- Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, pemerhai komunikasi sosial politik, penikmat perjalanan dengan kereta api, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.



