
Oleh Ridhazia
Resolusi itu istilah teknis tentang sebuah detail gambar, semisal pada kamera yakni jumlah dan kerapatan pixel. Semakin banyak dan rapat pixel menentukan kualitas suatu gambar.
Tapi belakangan resolusi dipahami sebagai detail angan-angan, catatan harapan dan agenda keinginan yang lazim ditulis di akhir tahun untuk diprioritaskan tahun baru berikutnya.
Dalam Kamus Cambridge, resolusi tahun baru didefinisikan sebagai janji pada diri sendiri untuk memulai sesuatu yang baik. Sekaligus menghentikan kebiasaan yang buruk mulai dari hari pertama di tahun baru.
Hasilnya?
Sebuah studi pada tahun 2007 yang dilakukan terhadap 3000 responden menunjukkan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi Tahun Baru gagal mewujudkannya.
Sang peneliti yakni Richard Wiseman dari Universitas Bristol dalam analisisnya menduga dibalik kegagalan sebuah resolusi karena ekspektasi tahunan itu dibuat terlalu ideal. Melampaui batas kewajaran. Bahkan di luar kesanggupan untuk dilakukan dalam waktu singkat setahun ke depan.
Anggota Komite Penyelidikan Skeptis (CSI) ini menyarankan resolusi dibuat sebagai kelanjutan dari rencana sebelumnya yang tertunda. Resolusi itu hasil evaluasi dan fokus pada rencana urgen dan berkesesuaian dengan prioritas waktu.
Visualisasi
Resolusi tidak selalu harus narasi keinginan harapan saja. Bisa pula dibuat berupa grafik, foto, atau jurnal. Cara mendokumentasi kesuksesan dan kegagalan lebih terbaca dan tervisualisaikan. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


