
Oleh Ridhazia
Rusia merilis berita kalau Ukraina memanfaatkan sepuluh tentara bayaran asal Indonesia. Bala tentara bayaran itu empat di antaranya telah tewas dalam perang kedua negara yang bertetangga di benua Eropa itu
Perang Ukraina-Rusia di benua Eropa itu sejak 2014 seperti diberitakan dilansir New York Times telah menelan korban militer. Dari pihak Rusia dari 300 ribu tentara, sebanyak 120 ribu tewas dan 170 ribu sampai 180 ribu orang luka atau cedera. Sedangkan kematian tentara Ukraina sekitar 70 ribu orang, dengan 100 ribu hingga 120 ribu orang terluka.
Tidak diketahui persis, berapa tentara bayaran di antara dua negara yang tewas.
Mercenaries!
Tentara bayaran (mercenaries) atau disebut pula tentara bayaran asing (foreign mercenaries) tidak asing dalam konflik antarnegara. Tapi lebih populer lagi sebagai “soldier of fortune”.
Tercatat dalam sejarah tentara bayaran sudah ada sejak abad ke-17. Di antaranya tentara Gurkha masih menjadi bagian dari Angkatan Darat Inggris yang berasal dari Nepal.
Hasil Konvensi
Rekruitmen tentara asing di suatu negara telah diatur dalam Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa. Di antaranya jika seorang menjadi entara bayaran harus mendapat kompensasi material sesuai dengan pangkat dan fungsi yang sama di negara tersebut. Juga bukan berasal dari pihak yang berkonflik, apalagi masih aktif menjadi anggota angkatan bersenjata suatu negara.
Rekruitmen Terbuka
Rekruitmen tentara bayaran oleh kontraktor militer swasta (private militery contractors). Satu kontraktor yang populer sekarang satu di antaranya Wagner Group yang didirikan oleh seorang veteran pasukan spesial Rusia, Dmitry Utkin (Kompas, 18/2/2018).
Sebuah artikel menyebutkan menjadi tentara bayaran tidak mudah. Seleksi masuk sangat ketat. Terkecuali bagi mantan anggota tentara pasukan khusus yang telah habis masa dinasnya atau tentara yang dipecat (desersi). Itu pun dipilih dari mantan tentara dengan ketrampilan khusus dalam unit unit tempur kecil yang mandiri.
Sebagai prajurit profesional yang bertugas di negara asing ini, seorang tentara bayaran tidak bertugas permanen. Bergantung kontrak kerja. Demikian pula besaran upah bergantung kesepakatan.
Perkiraan sekarang sih 3.000 euro atau Rp 49,5 juta (kurs Rp 16.500/euro). Dibayarkan oleh kontraktor dalam bentuk uang dan emas. Tentu saja juga bergantung keberuntungan.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


