
Oleh Ridhazia
Kampus UIN Bandunhaziag telah menyita perhatian jutaan viewers yang diunggah di media sosial. Pemirsa merespons antrian foto mahasiswa menuju ruang kuliah di jalan setapak di tengah-tengah lahan sawah.
Mungkin karena foto itu sesuatu yang langka, respon publik pun melimpah. Apalagi kampus ini terbilang mewah dan luas. Untuk standar rerata kampus UIN di Indonesia katagori terbaik.
Jalan kecil itu sebenarnya sih akses sementara. Mungkin karena kebijakan pemakaian terburu-buru, fasilitas pendukung lain seperti jalan dan tempat parkir tidak disiapkan lebih awal.
Malah beberapa dosen mengeluh. Di dalam gedung baru tersebut hanya ada tangga biasa. Bukan tangga berjalan (eskalator) atau tanggal vertikal bermesin (lift) yang difungsikan untuk mengangkut orang dari bawah ke atas ataupun sebaliknya karena gedung bertingkat.
Skybride saja!
Kampus UIN Bandung tengah berkembang melampaui ekspektasi. Foto yang diunggah di media sosial itu terjadi di kampus II dari tiga lokasi lainnya. Bersebelahan dengan Mapolda Jawa Barat. Bersisian dengan Masjid Terapung Al Jabar dan berdekatan dengan supermal dan perumahan mewah Sumarecon. Jarak dari kampus I hanya sekilometeran.
Gedung baru UIN Bandung yang dibangun di lahan sawah produktif kini hampir 70 persen ditanami “bangunan”. Gedung kuliah, lapangan olahraga, akses jalan dan tempat parkir berbeton. Suatu saat jika tidak sekarang disiasati sawah produktif bakal habis.
Unggahan di media sosial yang menarik perhatian publik sejatinya dijawab dengan gagasan jalan layang (skybridge) satu gedung ke gedung lain. Alternatif ke depan untuk akses bersepeda atau berjalan kaki. Sedangkan lahan sawah yang ada dapat dijadikan laboratorium mahasiswa program studi pertanian Fakultas Sain dan Teknologi.
Jika mungkin mengalokasikan 10% dari lahan kampus untuk produksi pangan, bisa saja menjadi lumbung kecil beras hasil riset. Selain bisa menjadi kampus Islam terdepan yang menjaga keberlanjutan konsep green campus dengan prinsip infrastruktur hijau yang ramah lingkungan. *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


