Kolom Sosial Politik

Debat PERANG SIBER

57views

 

Oleh Ridhazia

Debat dengan tema pertahanan bakal capres bukan lagi urusan pertahanan dalam negeri. Juga bukan lagi sebatas debat anggaran dan kemampuan alutsista (alat utama sistem senjata) militer. Tapi yang kita harapkan para calon kepala negara ini juga membahas perang siber (cyber warfare) yang berbasis teknologi.

Ancaman perang siber dapat terjadi setiap saat terhadap suatu negara oleh negara lain. Dibedakan dengan perang konvensional, perang siber tanpa letusan senjata tapi dalam bentuk serangan terorisme (cyber terrorism) maupun spionase (cyber espionage).

Berdasarkan Laporan National Cyber Security Index (NCSI) skor indeks keamanan siber Indonesia hingga tahun 2022 hanya 38,96 poin dari 100. Skor ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-3 terendah diantara negara G20

Skuad siber

Entah di Indonesia, apakah negara ini memiliki skuad khusus menghadapi perang siber sebagaimana China yang membentuk skuad “Blue Army” di kawasan militer Guangzhou, sebelah selatan China.

Atau skuad Inggris yang disebut Cyber Security Operations Centre (CSOC) yang dibangun di Government Communications Headquarters (GCHQ) di Cheltenham, sekitar 160 Kilometer arah barat laut London. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Leave a Response