Kolom Sosial Politik

Delusi POLITIK

21views

 

Oleh Ridhazia

Tekanan politik berkepanjangan bisa menjadi gangguan psikotik yaitu gangguan mental serius yang memengaruhi pemikiran, perilaku, dan persepsi seseorang.

Kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa kesulitan untuk berpikir jernih, berkomunikasi secara efektif, serta berperilaku dengan baik. Lebih parah lagi penderitanya tidak dapat membedakan realita dan imajinasi.

Ilusi dan Halusinasi

Ilusi itu interpretasi dari salah dari input. Yakni menafsirkan rangsangan luar. Sedangkan halusinasi bentukan dari sensasi sendiri dari hal yang tidak nyata.

Dibedakan keduanya, jika halusinasi adalah persepsi yang salah, sedangkan ilusi hanyalah salah persepsi.

Seseorang yang mengalami ilusi, merasakan stimulus eksternal tertentu dari senyatanya ada. Ia masih tergolong normal. Sedangkan yang mengalami halusinasi bereaksi terhadap stimulus internal yang hanya ada di dalam pikirannya. Bukan sesuatu yang senyatanya ada.

Delusi

Delusi itu keadaan dari seseorang yang tidak dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan.

Hal ini lazim terjadi pada pribadi yang keyakinannya terlalu kuat terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan, keyakinan tersebut tidak bisa diubah meski sudah dibuktikan salah dengan fakta-fakta. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response