Kolom Sosial Politik

Di Balik Alur ZONASI

111views

 

Oleh Ridhazia

Alur zonasi sebagai salah satu jalur pendaftaran calon peserta didik baru (CPDB). Sejak diberlakukan tahun 2018 selalu saja menimbulkan masalah. Padahal seharusnya kebijakan Kemendikbud Ristek ini sebagai solusi memecahkan kebuntuan masalah menyekolahkan anak yang dihadapi para orangtua.

Sepengetahuan saya, sistem zonasi itu ikhtiar yang ideal untuk memberikan kesempatan kepada CPDB memilih bersekolah pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK yang terdekat dengan tempat tinggal. Dan, jalur ini memiliki proporsi kuota peserta didik yang paling besar dibandingkan dengan jalur lainnya, tak kecuali jalur prestasi.

Berdasarkan aturan tersebut, kalur zonasi SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. Jalur zonasi SMP/SMA/SMK 50 persen dari daya tampung sekolah. Pengecualian lagi CPDB yang tinggal di satu RT atau kelurahan dengan sekolah memiliki prioritas lebih tinggi.

Jika jumlah CPDB yang mendaftar melalui jalur zonasi melebihi daya tampung sekolah, maka dilakukan seleksi dengan urutan langkah yang rasional dan terukir. Antara lain mempertimbangkan faktor usia. Yang lebih tua memiliki prioritas lebih tinggi daripada yang lebih muda.

Lebih cepat

Demikian pula yang mendaftar lebih awal memiliki prioritas lebih tinggi daripada yang mendaftar lebih belakangan. Juga yang memilih sekolah sebagai pilihan pertama memiliki prioritas lebih tinggi daripada yang memilih sebagai pilihan kedua atau ketiga. Diperketat lagi domisili CPDB ditentukan berdasarkan alamat dalam kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Siapa yang bermasalah?

Rupanya, masalah muncul karena jumlah sekolah tidak memenuhi kesempatan dan harapan orangtua menyekolahkan anak-anaknya. Sepanjang rasio perbandingan jumlah sekolah tidak seideal dengan jumlah peminat sekolah, masalah rutin awal tahun akan terulang terjadi. *

  • Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, kolumnis, pemerhati  komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response