Kolom Sosial Politik

Filosofi BODO AMAT

63views

 

Oleh Ridhazia

Fokus pada tujuan, berani menolak dan berhenti mengkhawatirkan apa pun yang tidak bisa diubah menjadi filosofi BODO AMAT yang menerpa entitas milenial.

Kata BODO AMAT saya kenali dari cucu saya yang masih TK. Saya baru mengetahui kata-kata itu setelah membaca buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” (2018) yang tersimpan di kamar anak bungsu saya. Ia representasi generasi milenial.

Aslinya buku karya seorang narablog kenamaan Mark Manson ini berjudul “The Subtle Art of Not Giving A F*ck” (2016). Lebih dari 3 juta salinan buku telah terjual.

Fokus!

Memaknai filosofi BODO AMAT sang penulis berargumentasi bahwa hidup ini hanyalah pilihan. Pilihlah apa yang dianggap penting berpengaruh pada hidup. Abaikan yang tidak penting yang hanya menghabiskan energi.

Prioritaskan pada rencana. Jangan mengkhawatirkan hal yang tidak bisa diubah. Bukan saja hanya tidak produktif malah menciptakan diri dalam keadaan insecure yaitu perasaan tidak percaya diri (inferiority) dan, cemas (anxiety) yang pada gilirannya tidak percaya pada kapasitas diri sendiri.

Dalam buku ini, sang penulis menyarankan untuk memberanikan diri untuk berkata tidak. Apalagi jika bukan menjadi tanggung jawab. Pilihlah apa yang paling layak dipedulikan dan bukan untuk membuat semua orang senang. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis,  pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response