Kolom Sosial Politik

Marilah KONFLIK!

69views

 

Oleh Ridhazia

Konflik itu keniscayaan dalam interaksi sosial. Pasalnya manusia itu lahir dan tumbuh sebagai pribadi yang berbeda. Sebagai individual. Yakni seseorang yang dilahirkan dengan segala keunikannya masing-masing.

Perbedaan pandangan politik pun berakar dan berpangkal dari keunikan setiap pribadi berbeda dalam menetapkan pilihan kekelompokan yang disebut partai-partai dan ideologi partai itu.

Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa para pakar psikologi dan sosiologi menjelaskan konflik itu sesungguhnya sangat baik untuk perubahan. Sebuah proses dinamis yang memungkinkan setiap individu memilih dan memilah nilai, status, dan kekuasaan yang terbaik melalui komunikasi yang intens dengan orang lain.

Dari sisi positif inilah konflik alih-alih saling memburukan dan menghujat malah berpeluang merapatkan solidaritas dan soliditas kekelompokan. Dan, sangat mungkin berfungsi menghidupkan kembali perubahan sosial baru, norma dan hukum baru. Bahkan kompromi baru bagi seseorang yang kadung sebelumnya memilih berseteru untuk kembali menilai dirinya sendiri.

Perspektif Komunikasi

Dalam perspektif komunikasi politik, konflik sebagai alternatif pilihan untuk mengetahui perilaku berkomunikasi. Artinya, baik atau buruk suatu konflik politik sangat bergantung pada baik atau buruk berkomunikasi politik.

Saya ingat betul fatwa pakar bahwa esensi konflik adalah mempertemukan perbedaan individu untuk mencari kesamaan makna (1982: 234). Artinya konflik sebagai instrumen mengekspresikan pertentangan sekaligus menjadi sumber pengalaman positif (Stewart & Logan, 1993). *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati komunikasi dan psikologi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response